Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Merger BCA Syariah dan Bank Interim Ditargetkan Efektif Akhir Tahun

Ringkasan rancangan penggabungan Bank Interim Indonesia ke dalam Bank BCA Syariah telah mendapat persetujuan masing-masing dewan komisaris pada 8 Oktober 2020 dan diumumkan pada hari ini, Senin (12/10/2020).
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  10:38 WIB
Karyawan melayani nasabah yang melakukan transaksi di kantor cabang Bank BCA Syariah di Jakarta, Selasa (7/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan melayani nasabah yang melakukan transaksi di kantor cabang Bank BCA Syariah di Jakarta, Selasa (7/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Penggabungan PT Bank Interim Indonesia ke dalam PT Bank BCA Syariah ditargetkan efektif pada 15 Desember 2020, lebih cepat dari proyeksi semula pada awal tahun 2021.

Adapun ringkasan rancangan penggabungan Bank Interim Indonesia ke dalam Bank BCA Syariah telah mendapat persetujuan masing-masing dewan komisaris pada 8 Oktober 2020 dan diumumkan pada hari ini, Senin (12/10/2020). Selanjutnya, BCA Syariah dan Bank Interim menggelar RUPSLB pada 16 November 2020, diikuti penandatanganan akta penggabungan pada hari berikutnya.

Pengajuan permohonan izin penggabungan kepada OJK disampaikan pada 19 November 2020, selanjutnya diperkirakan persetujuan OJK mengenai penggabungan diterima pada 9 Desember 2020. Adapun, tanggal efektif penggabungan diperkirakan pada 15 Desember 2020.

Dalam ringkasan penggabungan yang disampaikan BCA Syariah dan Bank Interim, menyatakan bahwa sejak berlakunya tanggal efektif penggabungan, BCA Syariah akan bertindak sebagai Bank Hasil Penggabungan, sedangkan Bank Interim akan berakhir karena hukum tanpa dilakukan likuidasi terlebih dahulu. Dan seluruh aset dan kewajiban Bank Interim beralih demi hukum kepada BCA Syariah sebagai Bank Hasil Penggabungan.

"Aksi korporasi penggabungan tidak menyebabkan berubahnya kegiatan utama BCA Syariah sebagai bank hasil penggabungan," terang manajemen dalam ringkasan.

Kegiatan utama BCA Syariah sebagai Bank Hasil Penggabungan tetap merujuk pada Pasal 3 Anggaran Dasar perseroan, di mana maksud dan tujuan BCA Syariah adalah melakukan usaha di bidang perbankan berdasarkan prinsip syariah. BCA Syariah melayani nasabah perseroan dan bisnis pada seluruh segmen nasabah perbankan, baik ritel, komersial, maupun usaha mikro, kecil, dan menengah.

Selanjutnya sebagai Bank Hasil Penggabungan akan melakukan pemecahan saham di mana 1 saham BCA Syariah akan dipecah menjadi 1.000 sehingga nilai nominal saham yang semula Rp1 juta untuk setiap lembar saham menjadi Rp1.000 untuk setiap lembar saham dalam rangka penggabungan.

"Seiring dengan rencana dan tujuan penggabungan, BCA Syariah berkeyakinan bahwa penggabungan secara umum akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan perbankan syariah," terang manajemen.

Bagi internal BCA Syariah, proses penggabungan ini akan semakin memperkuat struktur permodalan sehingga mampu untuk memperluas jaringan distribusi dan produknya agar dapat melayani nasabah dengan lebih baik dan juga untuk memperkuat posisinya di industri perbankan syariah.

Jumlah modal ditempatkan dan disetor BCA Syariah sebelum penggabungan sebesar 1,99 triliun menjadi Rp2,25 triliun setelah penggabungan. Adapun rasio kecukupan modal BCA Syariah sebelum penggabungan cukup kuat sebesar 38,70 persen per 31 Juli 2020, sedangkan setelah penggabungan sebesar 43,33 persen.

Dengan demikian, pemenuhan kecukupan modal BCA Syariah berada di atas ketentuan regulator yang hanya sebesar 8 persen. Jumlah permodalan dan tingkat kesehatan BCA Syariah sebagai Bank Hasil Penggabungan diproyeksikan memenuhi ketentuan yang ditetapkan regulator.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

merger bank rabobank BCA Syariah
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top