Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Merger dengan Bank Interim, BCA Syariah Gelar RUPS Konversi Saham November 2020

Direktur BCA Syariah Pranata Nazamuddin mengatakan salah satu agenda yang akan dibahas adalah mengenai konversi saham atas merger kedua bank tersebut. Pembahasan mengenai konversi saham berkaitan dengan merger yang ditargetkan rampung sebelum 2021.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  13:09 WIB
Karyawan menghitung uang rupiah di kantor cabang Bank BCA Syariah di Jakarta, Selasa (7/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan menghitung uang rupiah di kantor cabang Bank BCA Syariah di Jakarta, Selasa (7/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank BCA Syariah berencana melakukan rapat umum pemegang saham (RUPS) pada November 2020 yang membahas mengenai merger dengan PT Bank Interim Indonesia.

Direktur BCA Syariah Pranata Nazamuddin mengatakan salah satu agenda yang akan dibahas adalah mengenai konversi saham atas merger kedua bank tersebut. Pembahasan mengenai konversi saham berkaitan dengan merger yang ditargetkan rampung sebelum 2021.

Berdasarkan prospektus penggabungan kedua bank, akan dilakukan konversi saham Bank Interim menjadi saham BCA Syariah (BCAS) sebagai bank hasil penggabungan. Sebanyak 3,72 juta saham Bank Interim akan memberikan hak bagi pemegang saham Bank Interim atas 258.883,207 saham di BCAS. Setiap satu saham di Bank Interim akan memberikan hak bagi pemegang saham Bank Interim atas 0,07 saham di BCAS.

"Direncanakan bulan November RUPS, salah satu agendanya terkait saham, untuk realisasi merger kita masih rencanakan selesai sebelum tahun depan," katanya kepada Bisnis, Senin (12/10/2020).

Menurutnya, hingga saat ini, BCAS belum melakukan perubahan terhadap rencana bisnis ke depan atau sejauh ini masih sesuai dengan target awal sebelum penggabungan. Sejauh ini, pertumbuhan pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK) masih berjalan sesuaai dengan perencanaan. 

"Untuk rencana ke depan tentukan akan kami terus sesuaikan seiring dengan kondisi perekonomian ke depan," katanya.

Meskipun demikian, berdasarkan prospektus, posisi penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) Bank Interim telah mencapai posisi nol pada 31 Juli 2020. Hal ini seiring dengan telah selesainya proses pelunasan, pengalihan, dan penjualan loan portofolio kepada pihak ketiga maupun Cooperative Rabobank U.A., Singapore Branch.

Dari sisi rentabilitas, Bank Interim membukukan rugi bersih tahun berjalan sampai dengan 31 Juli 2020 senilai Rp476,41 miliar. Kerugian tersebut sudah diproyeksikan dalam rencana bisnis bank seiring dengan proses penggabungan yang akan dijalankan. Pranata pun meyakini, kerugian tersebut tidak akan berdampak buruk bagi BCAS.

"Kalau merugikan tidak, karena secara permodalan kita akan meningkat yang tentunya hal ini akan membuat Bank lebih kuat dalam melakukan ekspansi bisnis dan infrastruktur ke depannya," sebutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit merger BCA Syariah
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top