Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harap Sabar! Jalan Merger Bank BUMN Syariah Masih Panjang

Penandatanganan perjanjian penggabungan bersyarat atau conditional merger agreement (CMA) pada Senin (12/10/2020) baru langkah awal proses merger tiga bank BUMN syariah.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  17:35 WIB
Ketua Tim Project Management Office (PMO) dan juga Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi (tengah) bersama dengan Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto (kedua kanan), Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto (kedua kiri), Direktur Utama Bank BRIsyariah Ngatari (kanan) dan Direktur Bisnis Indonesia Financial Group Pantro Pander  (kiri) dalam virtual press conference, Selasa (13/10/2020) - Istimewa
Ketua Tim Project Management Office (PMO) dan juga Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi (tengah) bersama dengan Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto (kedua kanan), Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto (kedua kiri), Direktur Utama Bank BRIsyariah Ngatari (kanan) dan Direktur Bisnis Indonesia Financial Group Pantro Pander (kiri) dalam virtual press conference, Selasa (13/10/2020) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Merger perbankan syariah pelat merah masih harus melewati serangkaian proses sebelum mencapai tahap legal pada kuartal I/2021.

Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Project Management Office, Hery Gunardi mengatakan akan diumumkan tentang rencana merger pada pekan ketiga Oktober 2020.

Tahapan itu menjadi kelanjutan perjanjian penggabungan bersyarat atau conditional merger agreement (CMA) yang diteken pada Senin (12/10/2020).

“Itu kemarin belum legal merger, kemarin kami berjanji sepakat aja kalau mau perkawinan baru pinang-meminang, tetapi memang akad nikah belum terjadi,” jelasnya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (12/10/2020).

Pada 20 Oktober 2020, lanjut dia, akan diumumkan bagaimana rencana merger akan seperti apa termasuk terkait komposisi pemegang saham, logo, dan layanan nasabah. Hal itu menurutnya juga masih akan bersifat rencana dan akan terus berjalan.

“Rencana akan kami kirim ke regulator untuk meminta persetujuan,” imbuhnya.

Setelah mengantongi restu regulator, Hery mengatakan tahap selanjutnya yakni penyelenggaraan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Selanjutnya, proses penggabungan baru dilakukan begitu izin pemegang saham dipegang.

“Nasabah sampai hari ini tidak ada perubahan. Jadi, belum ada perubahan sama sekali sampai nanti persetujuan OJK setelah itu ada RUPSLB, kemudian di kuartal I/2020 ada legal merger, paparnya.

Dia mengklaim merger akan meningkatkan total aset PT Bank BRIsyariah Tbk. (BRIS), PT Bank BNI Syariah (BNIS), dan PT Bank Syariah Mandiri (BSM) Rp220 triliun—Rp225 triliun. Laba tahun berjalan akan naik dua kali lipat menjadi Rp2,2 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah merger bank bumn merger bank syariah
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top