Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wimboh: OJK Tak Hambat Pengembangan Teknologi Industri Jasa Keuangan

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan bisnis penyaluran pembiayaan saat ini tidak lagi membutuhkan izin bank tapi dapat membuat sebuah platform peer to peer lending.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  22:06 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso. BISNIS.COM
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso. BISNIS.COM

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim pengaturan industri keuangan ke depan akan mengadopsi prinsip same business, same risk, and same rule. Hal ini guna meningkatkan mitigasi risiko yang kian urgent seiring dengan adopsi digital yang tinggi dalam produk jasa keuangan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan bisnis penyaluran pembiayaan saat ini tidak lagi membutuhkan izin bank tapi dapat membuat sebuah platform peer to peer lending.

Hal ini yang pada akhirnya memunculkan risiko gagal bayar yang tinggi, timbulnya shadow banking, mengikis kepercayaan masyarakat sekaligus hilangnya perlindungan pada data pribadi masyarakat.

"Jadi ada regulatory arbitrage yang muncul seiring dengan adopsi digital. Ke depan pengaturan akan menggunakan prinsip same business, same risk, and same rule," katanya dalam HUT Ke-56 Partai Golkar, Rabu (21/10/2020).

Hanya saja, Wimboh menyebutkan otoritas tidak akan menghambat pengembangan teknologi di industri jasa keuangan. Bahkan, OJK akan terus mendorong semua pelaku jasa keuangan untuk meningkatkan modal serta adopsi digitalnya.

"Bagaimana pun perkembangan digital saat ini muncul karena kebutuhan masyarakat. Pelaku industri jasa keuangan yang harus meningkatkan kapabilitasnya," sebutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan OJK fintech
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top