Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Minggu Keempat Oktober Diwarnai Inflow Sebesar Rp4,04 Triliun

Pada periode 19 hingga 22 Oktober, BI mencatat beli neto nonresiden di pasar SBN sebesar Rp4,98 triliun dan jual neto di pasar saham sebesar Rp0,94 triliun.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 23 Oktober 2020  |  17:55 WIB
Minggu Keempat Oktober Diwarnai Inflow Sebesar Rp4,04 Triliun
Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/10/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia mencatat aliran masuk modal asing di pasar surat berharga negara (SBN) pada minggu keempat, 19 hingga 22 Oktober, mencapai Rp4,04 triliun.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko merincikan, pada periode tersebut tercatat beli neto nonresiden di pasar SBN sebesar Rp4,98 triliun dan jual neto di pasar saham sebesar Rp0,94 triliun.

"Berdasarkan data transaksi 19-22 Oktober 2020, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp4,04 triliun," katanya dalam siaran pers, Jumat (23/10/2020).

Adapun, berdasarkan data setelmen selama 2020 atau secara year-to-date (ytd) nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto sebesar Rp160,56 triliun.

BI mencatat yield atau imbal hasil SBN pada Jumat (23/10/2020) tercatat pada level 6,59 persen, turun dari 6,72 persen pada akhir Kamis (22/10/2020).

Sementara itu, rupiah pada akhir Kamis (22/10/2020) tercatat ditutup pada level Rp14.640 per dolar Amerika Serikat (AS) dan dibuka pada level Rp14.650 per dolar AS pada Jumat pagi (23/10/2020).

Onny mengatakan, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

Selain itu, BI juga akan terus memperkuat langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top