Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jokowi: Semua Aset Bank Syariah Milik Negara akan Dilebur

Presiden Jokowi menyatakan setelah resmi bergabung secara legal pada Februari 2021, bank hasil merger ini akan memiliki total aset hingga Rp225 triliun.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 28 Oktober 2020  |  16:29 WIB
Presiden Joko Widodo. - www.covid19.go.id
Presiden Joko Widodo. - www.covid19.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa semua aset bank syariah milik negara akan dilebur menjadi satu. Hal ini sebagai upaya membangkitkan ekonomi syariah di Indonesia.

“Sederhananya semua aset bank syariah milik negara akan dilebur menjadi satu untuk melahirkan bank syariah raksasa,” kata Jokowi dalam pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival 2020 secara virtual, Rabu (28/10/2020).

Jokowi menyebutkan bahwa industri keuangan Indonesia adalah raksasa yang sedang tertidur. Merger bank syariah milik negara merupakan satu upaya untuk membangunkan raksasa.

Saat ini terkonfirmasi ada 3 bank syariah milik negara yang akan merger, yakni PT BRI Syariah Tbk., PT Bank Syariah Mandiri, dan PT BNI Syariah. Ketiga bank, kata Jokowi, memiliki aset Rp214 triliun per semester I/2020.

Bank hasil merger berpotensi menjadi satu bank syariah terbesar di dunia. Setelah resmi bergabung, secara legal yang ditargetkan pada Februari 2021 nanti, bank hasil merger ini akan memiliki total aset senilai Rp220 triliun hingga Rp225 triliun.

Aset bank gabungan diproyeksikan akan melesat hingga Rp390 triliun atau naik 73,3 persen pada 2025. Pertumbuhan aset ini seiring dengan pembiayaan yang akan mencapai Rp272 triliun dan penghimpunan dana senilai Rp335 triliun pada 2025.

Sementara itu, unit usaha syariah milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. pada tahun ini tidak ikut dalam mega merger syariah BUMN. Perusahaan akan fokus untuk spin off menjadi bank umum syariah hingga paling lambat 2023.

Kendati demikian, Direktur Utama BTN Pahala N. Mansury mengatakan perseroan masih menunggu arahan lanjutan dari pemegang saham, terutama pemerintah untuk aksi korporasi lanjutan yakni bergabung dengan bank hasil penggabungan BUS milik BUMN.

"Kami memang belum ikut proses merger. Namun, arahan itu ada. Kami hanya mengikuti arahan dari pemegang saham," kata Pahala dalam Paparan Kinerja Bank BTN Kuartal III/2020 di Jakarta, Kamis (22/10/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi bank syariah merger bank syariah
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top