Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mau Merger, Begini Perbandingan Kinerja Tiga Bank Syariah BUMN

Kondisi keuangan ketiga bank sebelum merger akan menjadi pijakan keberhasilan rencana tersebut.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 11 November 2020  |  11:02 WIB
Logo Bank Syariah milik BUMN - Istimewa
Logo Bank Syariah milik BUMN - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Merger tiga bank syariah milik negara masih terus berproses. Aksi korporasi ini pun digadang-gadang akan menjadi salah satu dari 10 bank syariah terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar secara global dalam waktu 5 tahun ke depan.

Ketiga bank syariah tersebut yakni PT Bank BRIsyariah Tbk. (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dan PT Bank BNI Syariah (BNIS) telah mengeluarkan laporan hasil kinerja kuartal III/2020. Kondisi keuangan ketiga bank sebelum merger akan menjadi pijakan keberhasilan rencana tersebut.

Dari hasil kinerja kuartal III/2020, hanya BNI Syariah yang tercatat membukukan penurunan laba. Sementara itu, kedua bank syariah milik negara lainnya yakni Mandiri Syariah dan BRI Syariah mencatatkan pertumbuhan laba yang positif.

Meskipun demikian, aset ketiga bank syariah tercatat tetap tumbuh di tengah pandemi.

Lantas seperti apa perbandingan hasil kinerja ketiga bank syariah milik BUMN tersebut?

Bank Mandiri Syariah

PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) berhasil mencatatkan pertumbuhan bisnis berkualitas dan meraih laba melampaui Rp1,07 triliun, naik signifikan 22,66 persen year on year per September 2020. Kenaikan laba terutama didorong oleh perbaikan cost of fund akibat peningkatan rasio dana murah atau current account and saving account (CASA).

Pencapaian positif ini menjadi pijakan bagi keberlanjutan Mandiri Syariah menjelang penggabungan (merger) dengan dua bank syariah milik Himbara tahun depan.

Dari sisi volume bisnis, hingga akhir September 2020 Mandiri Syariah mencatat dana pihak ketiga (DPK) di angka Rp106,12 triliun, naik 17,26 persen dari Rp90,49 triliun per September 2019. Dimana tabungan yang menjadi kontributor dan produk andalan tumbuh sebesar 19,12 persen yoy menjadi Rp44,77 triliun dan menjadikan porsi CASA mencapai hingga 59,22 persen dari total DPK.

Peningkatan DPK tersebut menjadikan nilai aset Mandiri Syariah mencapai Rp119,43 triliun atau naik 16,19 persen dari September 2019 yang sebesar Rp102,78 triliun.

Selama pandemi, Mandiri Syariah berhasil menjaga pertumbuhan pembiayaan dengan kualitas yang masih terjaga baik. Per September 2020 telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp79,27 triliun, tumbuh 7,39 persen secara tahunan. Pencapaian ini memperkuat posisi Mandiri Syariah sebagai bank syariah terbesar di Indonesia.

Bank BRI Syariah

PT Bank BRIsyariah Tbk. mencatatkan pertumbuhan laba bersih pada kuartal III/2020 sebesar 238 persen dibandingakn periode sama tahun lalu (year on year/ YoY) menjadi Rp190,5 miliar. Peningkatan laba bersih BRIsyariah tersebut didukung oleh optimalisasi fungsi intermediari yang diikuti dengan pengendalian beban biaya dana.

Hingga kuartal III/2020, BRIsyariah menyalurkan pembiayaan senilai Rp40 triliun, tumbuh mencapai 57,90 persen YoY. Pertumbuhan pembiayaan yang signifikan ditopang oleh segmen Ritel (SME, Mikro dan Konsumer) untuk memberikan imbal hasil yang lebih optimal.

Di sisi dana pihak ketiga (DPK), BRIsyariah mencatat pertumbuhan sebesar 72,7 persen. Dalam penghimpunan dana, BRIsyariah fokus dalam meningkatkan dana murah (CASA).

Pada kuartal III/2020, BRIsyariah mampu meningkatkan CASA sebesar 135 persen (YoY). Peningkatan CASA ini bertujuan agar BRIsyariah dapat mengendalikan biaya dana (cost of fund). Total aset BRISyariah pada kuartal III/2020 adalah senilai Rp56,09 triliun.

BNI Syariah


PT Bank BNI Syariah membukukan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik Rp387,01 miliar selama kuartal III/2020. Perolehan laba tersebut turun 16,05 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu (year on year/YoY).

Meskipun demikian, pencapaian Dana Pihak Ketiga (DPK) cukup positif dengan berhasil terhimpun Rp45,65 triliun atau naik 21,76 persen YoY. Kenaikan DPK berkontribusi terhadap total aset BNI Syariah yang mencapai Rp52,39 triliun sampai dengan kuartal III/2020 atau naik sebesar 19,30 persen yoy.

Dari sisi pembiayaan, BNI Syariah mencatat realisasi pembiayaan sebesar Rp32,28 triliun. Segmen konsumer berkontribusi sebesar Rp16,40 triliun atau menyumbang 50,80 persen, diikuti segmen komersial sebesar Rp7,74 triliun (23,97 persen), segmen kecil dan menengah Rp6,18 triliun (19,15 persen).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah bri syariah bni syariah bank syariah mandiri merger bank syariah
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top