Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sektor Pertanian Kuat, Penyaluran Fintech iGrow Tumbuh Subur

CEO iGrow Andreas Sanjaya menjelaskan bahwa sektor fintech lending di sektor pertanian memang mendapat berkah, terutama karena masih banyak para peminjam dana (borrower) yang stabil dalam melakukan pinjaman berulang, serta masih mampu melakukan pengembalian dana.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 18 November 2020  |  21:51 WIB
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA - Penyelenggara teknologi finansial peer-to-peer lending (fintech lending) di sektor agrikultur PT iGrow Resources Indonesia (iGrow) mendapatkan berkah dari masih kuatnya sektor pertanian selama pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor pertanian masih tumbuh 2,15 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal III/2020 di saat perekonomian nasional menghadapi resesi.

CEO iGrow Andreas Sanjaya menjelaskan bahwa sektor fintech lending di sektor ini memang mendapat berkah, terutama karena masih banyak para peminjam dana (borrower) yang stabil dalam melakukan pinjaman berulang, serta masih mampu melakukan pengembalian dana.

"Kami memang melihat pertanian itu resilience terhadap pandemi. Dari ekosistem kami pun mampu terus tumbuh. Kalau secara yoy, di kuartal III/2020 penyaluran pinjaman kami naik sekitar 90 persen dibandingkan 2019," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (18/11/2020).

Menurutnya, para borrower yang masih stabil, terutama mereka yang menargetkan pasar business to business (B2B) seperti pabrik, pasar tradisional, ekspor, dan industri pengolahan. "Beda dengan para nasabah kami yang target pasarnya memang begitu terdampak langsung terhadap pandemi, seperti supply ke restoran, hotel, dan cafe," tambahnya.

Namun demikian, Andreas mengakui, penyaluran pinjaman iGrow yang seluruhnya berada di pangsa produktif seperti penanaman, pembibitan, budidaya, dan trading, atau mixed, memang sempat mengalami penurunan.

"Jumlah borrower dan tingkat keberhasilan pinjaman kita sempat menurun di Maret ke April atau awal kuartal II/2020. Bahkan, para petani kita yang supply ke restoran itu ada yang mengajukan restrukturisasi pinjaman kepada para pendana [lender] di platform," ungkapnya.

Kini, Andreas menjelaskan bahwa penyaluran pinjaman secara bulanan telah kembali stabil, dengan capaian dari awal berdiri hingga kini mencapai Rp256,7 miliar, sementara penyaluran selama 2020 mencapai Rp88,9 miliar.

Sementara itu, tingkat keberhasilan pengembalian pinjaman 90 hari (TKB90) iGrow masih bertahan di angka 95,22 persen atau di atas rata-rata industri fintech lending berdasarkan statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di angka 91,73 persen.

"Hingga akhir tahun, kita akan mengejar target penyaluran pinjaman mencapai Rp100 miliar. Ini untuk menghadapi target 2021, di mana kita juga akan melakukan kerja sama sehingga bisa mencakup borrower di berbagai lini dan bidang lain seperti olahan pertanian, dan usaha kecil yang berelevansi di dunia pertanian," tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembiayaan pertanian fintech
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top