Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lender KoinWorks Jangan Khawatir, Borrower Terdampak Pandemi Mulai Bangkit

Haryono, CEO & Co-founder KoinWorks, menjelaskan pihaknya optimistis sebanyak 70-85 persen dari para UMKM peminjam dana (borrower) mampu memulihkan bisnisnya, dan mampu mendongkrak tingkat pengembalian pinjaman 90 hari (TKB90) KoinWorks.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 20 November 2020  |  12:45 WIB
Karyawan menunjukan aplikasi KoinWorks saat meluncurkan KoinP2P di Jakarta, Kamis (20/2 - 2020).
Karyawan menunjukan aplikasi KoinWorks saat meluncurkan KoinP2P di Jakarta, Kamis (20/2 - 2020).

Bisnis.com, JAKARTA - Penyelenggara teknologi finansial peer-to-peer lending (fintech lending) PT Lunaria Annua Teknologi atau KoinWorks memastikan  bahwa para peminjam dana (lender) tak perlu khawatir atas kemungkinan gagal bayar.

Haryono, CEO & Co-founder KoinWorks, menjelaskan pihaknya optimistis sebanyak 70-85 persen dari para UMKM peminjam dana (borrower) mampu memulihkan bisnisnya, dan mampu mendongkrak tingkat pengembalian pinjaman 90 hari (TKB90) KoinWorks.

Keyakinan tersebut lantaran melihat perkembangan hasil restrukturisasi para borrower di mana hampir 70 persen yang meminta restrukturisasi sudah memiliki tingkat pengembalian yang positif. Adappun, jumlah peminjam yang meminta restrukturisasi mencapai hampir 10 persen dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ada di portfolio KoinWorks.

"Inilah kenapa TKB90 kita ada recovery di 97 persen. Masih lebih baik dibandingkan rata-rata industri di 91 persen. Namun, pinjaman ke sektor tertentu memang kita masih ada risk appetite yang lebih ketat," ujarnya dalam wawancara khusus, Kamis (19/11/2020).

Ben menjelaskan bahwa sektor healthcare seperti usaha alat kesehatan dan suplemen mengalami peningkatan transaksi yang signifikan. Industri food & beverage (F&B) yang telah memasuki pasar digital pun bisa jadi pilihan.

Sementara kategori fesyen, di masa new normal ini juga telah menunjukan perbaikan pertumbuhan hingga kembali mencapai titik normal dengan peningkatan performa hingga 17 persen di bulan Oktober 2020. Adapun, pada borrower di kategori hobi, mengalami rata-rata kenaikan sebesar 12 persen setiap bulannya sejak Juni 2020, dengan penjualan terbanyak pada produk gardening, alat olahraga, dan sepeda beserta aksesorisnya.

Data-data tersebut tentunya juga sejalan dengan tren perubahan perilaku masyarakat di Indonesia di tengah kondisi pandemi, di mana saat ini
kegiatan bercocok tanam dan olahraga terutama bersepeda sedang banyak diminati. Oleh sebab itu, Ben menyarankan agar para lender melakukan diversifikasi, atau menyebar investasi ke beberapa jenis dan sektor borrower yang berbeda.

"Catatan kita buat lender yang melakukan pendanaan kepada 100 borrower lebih, masih bisa memiliki imbal hasil rata-rata 14-25 persen. Bagi yang menebar pendanaan ke sekitar 50 [borrower], bukan tak mungkin memiliki imbal hasil serupa. Ini hanya soal kemungkinannya saja yang lebih kecil," tambahnya.

Sementara itu, dominasi kategori scoring KoinWorks dari para borrower minim risiko (A) sampai sangat berisiko (E), sebelum pandemi dengan setelah pandemi tampak begitu berbeda.

"Selama pandemi memang kita perketat. Jadi apabila sebelumnya kebanyakan borrower itu profil risikonya A dan B, sekarang itu B dan C. Bahkan, yang D dan E sekarang itu kita minimalisir betul untuk bisa masuk [ke marketplace platform]," tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembiayaan kredit restrukturisasi fintech Koinworks
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top