Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tiga Alasan Fintech Harus Tingkatkan Penyaluran ke Luar Jawa

Peningkatan penyaluran pembiayaan ke luar Pulau Jawa tersebut karena bukan hanya karena potensial dari sisi bisnis, tetapi juga menjadi bentuk tanggung jawab sosial.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 22 November 2020  |  19:02 WIB
Petugas Bank Indonesia (BI) Tegal mempraktekkan cara melakukan pembayaran melalui aplikasi uang elektronik
Petugas Bank Indonesia (BI) Tegal mempraktekkan cara melakukan pembayaran melalui aplikasi uang elektronik "server based", dompet elektronik dan mobile banking saat peluncuran dan implementasi QR Code Indonesian Standard (QRIS) untuk desa wisata di Pasar Slumpring, Desa Cempaka, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu (16/2/2019). ANTARA FOTO - Oky Lukmansyah

Bisnis.com, JAKARTA — Institute for Development of Economics and Finance atau Indef menilai industri teknologi finansial atau fintech peer-to-peer lending harus meningkatkan penyaluran pembiayaan ke luar Jawa.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira menilai bahwa selama ini penyaluran pembiayaan fintech peer-to-peer (P2P) lending masih terkonsentrasi di Jawa. Selain karena aktivitas perekonomian lebih marak di Jawa, perusahaan-perusahaan fintech pun sebagian besar berasal dari sana.

Menurutnya, setidaknya terdapat tiga alasan industri fintech harus menggenjot pembiayaan ke seluruh penjuru Indonesia.

Pertama, masyarakat umum, pelaku usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM), serta pelaku usaha ultra mikro di seluruh Indonesia sangat membutuhkan pendanaan.

Rendahnya tingkat inklusi keuangan di luar Jawa menjadi cerminan bahwa masyarakat belum mengakses layanan keuangan konvensional. Mereka pun kerap terkendala ketika harus memenuhi persyaratan pinjaman kepada perbankan, sehingga penetrasi kredit masih rendah.

"Fintech bisa membantu segmen unbankable di luar Jawa, karena selama ini akses di keuangan formal, khususnya perbankan masih rendah. Harapannya fintech bisa masuk ke sana," ujar Bhima kepada Bisnis, Minggu (22/11/2020)

Kedua, menurutnya, fintech dapat memberikan kesempatan para pelaku usaha di luar Jawa untuk memanfaatkan teknologi yang ada di platform tersebut, khususnya P2P lending. Keberadaan fintech akan membuat masyarakat di luar Jawa menjadi lebih melek keuangan digital.

Ketiga, penurunan ketimpangan pembangunan sangat diperlukan, dan hal tersebut dapat dijembatani oleh fintech. Bhima menilai bahwa fintech dapat masuk ke daerah-daerah yang belum terjangkau oleh layanan keuangan formal, seperti karena kendala infrastruktur.

Dia berharap bahwa jangkauan fintech dapat berkembang lebih luas, baik secara geografis maupun secara target pasar. Penyaluran pinjaman itu menurutnya menjadi aspek kunci yang dapat membantu pemulihan ekonomi, khususnya bagi masyarakat-masyarakat wong cilik.

"Pinjaman sangat diperlukan untuk pengembangan usaha, apalagi pascapandemi Covid-19," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pinjaman luar jawa fintech
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top