Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Allianz: Penjualan Unit-Linked pada 2021 Tetap Prospektif

Chief Marketing Officer Allianz Karin Zulkarnaen menjelaskan bahwa di tengah pandemi Covid-19, permintaan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit-linked masih terlihat di pasar.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 23 November 2020  |  17:47 WIB
Asuransi Allianz luncurkan layanan penjualan unit-linked tatap muka digital - Dok. Allianz
Asuransi Allianz luncurkan layanan penjualan unit-linked tatap muka digital - Dok. Allianz

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Allianz Life Indonesia menilai bahwa penjualan produk unit-linked selama masa pandemi virus corona tetap prospektif karena tingginya kebutuhan masyarakat terhadap proteksi. Asuransi kesehatan pun menjadi produk yang potensial untuk dijual selama pandemi.

Chief Marketing Officer Allianz Karin Zulkarnaen menjelaskan bahwa di tengah pandemi Covid-19, permintaan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit-linked masih terlihat di pasar.

Hal tersebut, menurutnya, tercermin dari kinerja Allianz yang sebagian besar portofolionya merupakan unit-linked. Pada kuartal III/2020, perusahaan asal Jerman itu mencatatkan premi Rp10,86 triliun, tumbuh 28,45 persen (year-on-year/yoy) dari capaian kuartal III/2019 senilai Rp8,46 triliun.

"Berdasarkan beberapa riset yang kami lakukan, calon nasabah masih menaruh minat terhadap produk-produk unit-linked. Kami tetap yakin bahwa kebutuhan terhadap asuransi tetap tinggi di tengah pandemi, untuk itu kami terus meningkatkan komunikasi terhadap produk dan pelayanan agar pertumbuhan bisnis semakin meningkat," ujar Karin kepada Bisnis, Senin (23/11/2020).

Allianz menilai bahwa kebutuhan terhadap asuransi tetap tinggi di tengah pandemi Covid-19, terutama asuransi kesehatan. Menurut Karin, kesadaran bahwa tindakan medis itu membutuhkan biaya mendorong masyarakat untuk mencari informasi tentang produk asuransi kesehatan.

Menurut Karin, pertumbuhan kinerja perseroan pun turut dipengaruhi oleh relaksasi yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pemasaran unit-linked secara digital. Sejak 27 Mei 2020, pemasaran unit-linked dapat dilakukan melalui sarana digital dan Allianz memperoleh izin untuk melakukannya pada Juni 2020.

"Kami percaya bahwa adanya dukungan yang kuat kepada industri jasa keuangan, termasuk bagi industri asuransi jiwa, menunjukkan bahwa pemerintah memberikan kemudahan bagi industri untuk bisa memberikan perlindungan kepada calon nasabah," ujar Karin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

unit linked asuransi jiwa allianz asuransi umum
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top