Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Raih Pendanaan US$100 Juta, Kredivo Incar 10 Juta Pengguna Baru

Co-Founder Kredivo Umang Rustagi menjelaskan pendanaan lini kredit besar yang tersedia melalui fasilitas ini akan mengakselerasi skala bisnis serta merealisasikan target Kredivo untuk melayani hingga 10 juta pengguna baru dalam beberapa tahun ke depan.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 24 November 2020  |  17:21 WIB
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA - Platform kredit digital PT FinAccel Finance Indonesia atau Kredivo, mengumumkan pendanaan lini kredit hingga US$100 juta dari Victory Park Capital Advisors, LLC (“VPC”), perusahaan investasi yang berpusat di Chicago, Amerika Serikat.

Co-Founder Kredivo Umang Rustagi menjelaskan pendanaan lini kredit besar yang tersedia melalui fasilitas ini akan mengakselerasi skala bisnis serta merealisasikan target Kredivo untuk melayani hingga 10 juta pengguna baru dalam beberapa tahun ke depan.

"Besarnya jumlah lini kredit yang diperoleh Kredivo, apalagi di tengah kondisi pandemi saat ini, merupakan sebuah terobosan penting bagi industri dan ekosistem fintech di Indonesia. Kami di Kredivo sangat antusias atas kerja sama yang terjalin dengan VPC, sebuah perusahaan investasi dengan reputasi yang tidak diragukan lagi di skala global," ujarnya, Selasa (24/11/2020).

Fasilitas kredit ini akan disalurkan ke pengguna Kredivo di Indonesia. Bagi Kredivo, pendanaan lini kredit ini merupakan yang terbesar dalam sejarah perusahaan, sekaligus terbesar di industri fintech se-Asia Tenggara.

Sementara itu, bagi VPC, pendanaan ini menandai investasi pertama mereka di pasar Asia Tenggara. Kerja sama ini pun menandai babak baru yang penting untuk kedua perusahaan.

Kerja sama strategis tersebut akan semakin mendorong momentum besar pertumbuhan bisnis Kredivo yang telah berlangsung hingga saat ini serta memperkuat matriks risiko Kredivo, meskipun di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

"Kredivo akan memanfaatkan lini kredit yang diperoleh untuk mengembangkan dan mendiversifikasi loan book-nya yang semuanya berasal dari dana pihak ketiga," tambahnya.

Partner di VPC, Gordon Watson, mengatakan pihaknya bangga dapat bekerja sama dengan Kredivo yang mampu memperlihatkan kombinasi yang unik antara pertumbuhan, jangkauan pasar, manajemen risiko dan inklusi keuangan di Indonesia, salah satu pasar paling berkembang di dunia.

"Kerja sama ini merupakan investasi pertama VPC di kawasan Asia Tenggara, tentunya menjadi hal yang sangat menggembirakan untuk dapat memulai babak penting ini dengan partner sekaliber Kredivo, dengan semangatnya yang luar biasa dalam memperluas akses kredit yang terjangkau bagi masyarakat luas," ujarnya.

Selain itu transaksi ini juga menjadi momentum penting bagi ekosistem kredit digital di Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Mengingat penetrasi kartu kredit yang masih berada pada angka 3 persen dan keterbatasan lembaga keuangan konvensional dalam menyalurkan kredit tanpa jaminan, kehadiran kredit digital seperti Kredivo dipercaya mampu menjembatani gap kredit di Indonesia.

Di tengah dominasi model bisnis peer-to-peer di ekosistem kredit digital Indonesia, kerja sama antara Kredivo yang sudah beroperasi sebagai perusahaan multifinance dengan VPC menandakan deviasi dari standar umum serta menjadi sinyal positif atas menguatnya kredibilitas pelaku fintech yang tengah berkembang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembiayaan fintech peer to peer lending kredivo
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top