Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tak Ada Liburan Akhir Tahun, Permintaan Kredit Ikut Turun?

Pandemi Covid-19 diperkirakan akan mempengaruhi permintaan kredit konsumtif pada momen liburan akhir tahun ini.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 03 Desember 2020  |  00:58 WIB
Multifinance - Istimewa
Multifinance - Istimewa
Bisnis.com, JAKARTA - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai permintaan pembiayaan untuk kebutuhan akhir tahun tak akan seperti biasanya.
Pasalnya, akhir tahun yang identik dengan periode belanja dan liburan bagi masyarakat tak bisa dilakukan secara leluasa di tengah pandemi Covid-19.
"Ini kan ada tren memang ada pergeseran [belanja] ke e-commerce, tapi masih terbatas, pangsanya baru 5 persen dari total retail. Belanja di supermarket, minimarket, pasar tradisional itu masih akan turun," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (2/12/2020).
Selain daya beli masyarakat masih akan tertahan oleh keadaan pandemi, liburan dan hiburan pun makin terbatas akibat pemerintah resmi memangkas cuti bersama sebanyak tiga hari yaitu tanggal 28, 29 dan 30 Desember 2020.
"Jadi yang biasanya kelas menengah atas itu menggunakan fasilitas pembiayaan untuk membeli tiket, kredit buat belanja baju, bayar hotel, restoran, sekarang masih belum bisa. Apalagi masih ada kenaikan juga nih dari kasus Covid-19. Jadi Kredit untuk konsumtif itu kelihatan masih tertahan," kata Bhima.
Oleh sebab itu, menurut Bhima, kebangkitan dari permintaan kredit barang-barang konsumtif paling tidak baru bisa bangkit lagi pada kuartal I/2021.
Menurutnya, hal itu didorong kembali bangkitnya sektor riil, dan asumsi vaksin Covid-19 yang mulai didistribusikan.
"Industri manufaktur sudah mulai bergerak lagi, terlihat simpanan di atas Rp5 miliar mengalami penurunan. Jadi uang sudah keluar dari bank untuk masuk ke sektor riil. Mungkin dalam beberapa bulan ke depan masyarakat mulai belanja lagi, mulai berani mengambil DP kredit buat kebutuhan-kebutuhannya lagi, bangkitnya dari sana," paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembiayaan kredit Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top