Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UUS BTN Mau Gabung Merger Bank Syariah BUMN? Ini Kata Wamen Tiko

Ketiga bank syariah yang berproses merger yaitu PT Bank Syariah Mandiri, PT BRI Syariah Tbk., dan PT Bank BNI Syariah. Lalu, bagaimana dengan BTN Syariah, apakah akan menyusul?
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 09 Desember 2020  |  16:24 WIB
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo - JIBI/Dwi Prasetya
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Proses merger tiga bank syariah BUMN saat ini masih berlangsung dan ditargetkan rampung Februari 2021.

Ketiga bank tersebut yaitu PT Bank Syariah Mandiri, PT BRI Syariah Tbk., dan PT Bank BNI Syariah. Lalu, bagaimana dengan BTN Syariah, apakah akan menyusul?

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan penggabungan saat ini memang baru melibatkan tiga bank syariah.

Ke depan, bank hasil mega merger akan mengambil bank syariah milik BTN yang saat ini masih dalam bentuk unit usaha syariah.

"Kami optimistis mendukung konsolidasi, BTN juga akan kami alihkan, sehingga 1 atau 2 tahun ke depan bisa menjadi BUKU 4," katanya dalam webinar Kafegama, Rabu (9/12/2020).

Meski demikian, Kartika tak menjelaskan adanya rencana penambahan modal langsung ke bank hasil merger ini.

Adapun, modal hasil merger diperkirakan memiliki modal inti sekitar Rp20 triliun. Kontribusi laba dari 3 bank merger diperkirakan baru mencapai Rp2 triliun pada tahun ini.

Dengan masuknnya BTN tentu akan ada modal inti tambahan tetapi tetap tidak akan mampu langsung mendongkrak bank hasil mega merger tembus BUKU IV.

Sebelumnya, Direktur Utama BTN Pahala N. Mansury menyatakan saat ini BTN Syariah tidak ikut dalam mega merger syariah BUMN hanya karena masih berbentuk unit usaha syariah.

Perseroan pun masih menunggu arahan lanjutan dari pemegang saham, terutama pemerintah untuk aksi korporasi lanjutan yakni bergabung dengan bank hasil penggabungan BUS milik BUMN.

"Kami memang belum ikut proses merger. Namun, arahan itu ada. Kami hanya mengikuti arahan dari pemegang saham," katanya dalam Paparan Kinerja Bank BTN Kuartal III/2020 di Jakarta, Kamis (22/10/2020).

Dia menambahkan selama arahan merger belum rampung, BTN akan mengikuti aturan OJK untuk spin off paling lambat 2023, yang aturan ini belum direvisi kendati banyak permintaan relaksasi.

Per kuartal III/2020, aset UUS Bank BTN tercatat tumbuh 11,02 persen secara year on year (yoy) dari Rp29,46 triliun pada kuartal III/2019 menjadi Rp32,71 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btn bank bumn syariah btn syariah kartika wirjoatmodjo merger bank syariah
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top