Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembiayaan Korporasi Marak di Awal 2021, BI: 63,8 Persen Pengusaha Pakai Uang Sendiri

Dari Survei, 63,8 persen responden menyatakan kebutuhan pembiayaan korporasi akan dilakukan menggunakan dana sendiri.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 18 Januari 2021  |  13:06 WIB
Pemandangan gedung bertingkat di Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P
Pemandangan gedung bertingkat di Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan kebutuhan pembiayaan korporasi pada kuartal I/2021 akan mengalami peningkatan.

Hal ini tercermin pada saldo bersih tertimbang (SBT) Desember 2020 yang tercatat sebesar 17,1 persen, meski melambat dari November 2020 sebesar 18,6 persen.

Berdasarkan Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan, BI menyebut sektor yang akan mengalami peningkatan terbesar yaitu sektor industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan.

Di sisi lain, terdapat beberapa sektor yang mengalami perlambatan, di antaranya sektor pertanian, perikanan dan kehutanan, serta sektor yang diperkirakan akan mengalami penurunan adalah pertambangan dan penggalian.

Kepala Departemen Komunikasi BI Eriwin Haryono mengatakan 63,8 persen responden menyatakan kebutuhan pembiayaan korporasi akan dilakukan menggunakan dana sendiri.

Di samping itu, sebanyak 19,2 persen responden menyatakan pembiayaan korporasi akan dilakukan dengan menarik pinjaman dari perbankan dalam negeri.

Sementara itu, 16,9 persen responden menyatakan pembiayan korporasi akan dilakukan melalui pinjaman atau utang dari perusahaan induk dan 14,6 persen responden akan memanfatkan fasilitas kelonggaran tarik yang masih dimiliki.

“Pembiayaan tersebut digunakan untuk mendukung aktivitas operasional, mendukung pemulihan permintaan domestik pasca penerapan new normal, dan mendukung aktivitas investasi,” kata Erwin dalam keterangan resmi, Senin (18/1/2021).

Adapun, BI mencatat kebutuhan pembiayaan korporasi pada Desember 2020 mengalami peningkatan dengan SBT sebesar 13,9 persen, dibandingkan dengan 12,1 persen pada November 2020.

Angka SBT pada Desember 2020 ini pun merupakan angka tertinggi dalam 5 bulan terakhir. Peningkatan terjadi pada sektor industri pengolahan, pertambangan dan penggalian, pertanian, kehutanan, dn perikanan, serta transportasi dan pergudangan.

Sebanyak 51,3 persen perusahaan memenuhi kebutuhan pembiayaan pada Desember 2020 dengan dana pribadi, 14,8 persen dari sumber lainnya berupa pinjaman atau utang. Sementara hanya 8,7 persen perusahaan yang meminjam ke perbankan di dalam negeri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia pembiayaan korporasi
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top