Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bukukan Laba di 2020, Maybank Usul Pembagian Dividen 38,5 sen per Saham

Laba sebelum pajak menurun 21,4 persen menjadi RM8,66 miliar dari RM11,01 miliar. Laba bersih pun turun 20,9 persen menjadi RM6,48 miliar menjadi RM8,20 miliar.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 28 Februari 2021  |  14:21 WIB
Gedung Maybank di Kuala Lumpur, Malaysia - maybank.com
Gedung Maybank di Kuala Lumpur, Malaysia - maybank.com

Bisnis.com, JAKARTA - Malayan Banking Berhad atau Maybank bukukan laba 6,48 miliar ringgit Malaysia pada tahun buku 2020. 

Bank keempat terbesar di Asia Tenggara pun memutuskan untuk melakukan pembagian dividen final sebesar 38,5 sen per saham.

Berdasarkan siaran pers Maybank (28/2/2021), dipaparkan bahwa pendapatan berbasis non bunga bersih (net fee based) masih naik tumbuh 12,3 persen menjadi RM8,11 miliar. Namun, pendapatan bunga bersih (net fund based) turun 4,9 persen menjadi RM16,65 miliar.

Adapun, pendapatan operasional bersih (net operating income) tumbuh 0,1 persen menjadi RM24,76 miliar. Biaya overhead tercatat menurun sebesar 2,7 persen  menjadi RM11.25 miliar, sehingga laba operasional sebelum provisi meningkat 2,6 persen mencatat rekor sebesar RM13,52 miliar.

Laba sebelum pajak menurun 21,4 persen menjadi RM8,66 miliar dari RM11,01 miliar. Laba bersih pun turun 20,9 persen menjadi RM6,48 miliar menjadi RM8,20 miliar.

Manajemen Maybank menyampaikan grup bank tetap menerapkan manajemen biaya secara disiplin serta membantu mengurangi dampak dari kondisi operasional grup yang melemah, yang menyebabkan terkelolanya tren penurunan pada biaya overhead menjadi RM11,25 miliar atau 2,7 persen lebih rendah dari RM11,56 miliar pada FY19. 

Hal ini berdampak pada rasio biaya-terhadap-pendapatan grup yang membaik menjadi 45,4 persen dari 46,7 persen di tahun sebelumnya.

Oleh karena pendapatan operasional yang lebih tinggi dan biaya overhead yang semakin rendah, laba operasional sebelum provisi (PPOP) mengalami kenaikan 2,6 persen atau lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang merupakan sebuah rekor menjadi RM13,52 miliar. 

Meskipun demikian, grup terus mengambil sikap konservatif dan melakukan pencadangan secara proaktif karena penurunan peringkat pada portofolio tertentu serta meningkatkannya manajemen overlay khusus untuk bisnis tertentu dan debitur korporasi yang menunjukkan perlambatan di pasar dan pada beberapa portofolio ritel.

Kondisi ini menyebabkan net impairment loss meningkat menjadi RM5,07 miliar pada FY20 dibandingkan dengan RM2,32 miliar tahun lalu, yang mempengaruhi laba bersih secara keseluruhan untuk tahun tersebut.

Selanjutnya, operasional grup di Malaysia mencatat ekspansi gross loans yang stabil sebesar 4,0 persen untuk 20220, melampaui pertumbuhan industri sebesar 3,4 persen. 

Hal ini didukung peningkatan yang sehat sebesar 6,8 persen di segmen Community Financial Services yang didorong permintaan konsumen serta Pperbankan bisnis dan UKM yang kuat. 

Namun demikian, di pasar utama yaitu Singapura dan Indonesia, mencatat penurunan masing-masing sebesar 1,9 persen dan 14,8 persen, terutama karena adanya upaya write-off dan repayments, mengingat grup terus mengelola eksposurnya di kedua pasar ini sebagai bagian dari strateginya untuk terus menyeimbangkan kembali portofolionya dengan mengurangi risiko. 

Akibatnya, gross loans grup untuk tahun 2020 relatif sama dibandingkan dengan tahun lalu.

Sementara itu, gross deposits pada tingkat grup meningkat sebesar 2,6 persen dimana seluruh pasar menunjukkan peningkatan stabil, yang dipimpin oleh pasar di Singapura sebesar 6,9 persen, Indonesia sebesar 3,8 persen dan Malaysia sebesar 1,2 persen. 

Peningkatan yang baik terlihat pada segmen low cost current and saving accounts (CASA), sementara fixed deposits berbiaya tinggi menurun sebagai bagian dari strategi untuk menjaga basis pendanaan yang efisien. Hal ini mengakibatkan rasio CASA grup meningkat menjadi 42,8 persen pada Desember 2020 dari 35,5 persen pada Desember 2019.

"Pengelolaan aset dan liabilitas yang efektif, serta funding mix juga mendorong grup untuk dapat mengurangi tekanan pada margin bunga, terutama dari pemotongan suku bunga dan dampak dari day-one modification loss. Upaya ini mengakibatkan NIM untuk FY20 turun hanya 17 bps menjadi 2,10 persen, dibandingkan dengan 2,27 persen di FY19 dan masih dalam kisaran target FY20 sebesar 20 bps," papar manajemen.

grup bank ini pun mencatat peningkatan pada kualitas aset dengan rasio Gross Impaired Loans (GIL) turun menjadi 2,23 persen pada Desember 2020 dari 2,65 persen pada Desember 2019. 

Kendati demikian, Maybank terus mempertahankan sikap proaktif untuk meningkatkan manajemen  overlay terhadap bisnis atau debitur korporasi yang mengalami perlambatan, serta portofolio ritel yang juga mengalami perlambatan di setiap variabel makroekonomi.

Loan loss coverage untuk tahun tersebut mengalami peningkatan yang signifikan, mencapai 106,3 persen pada Desember 2020 dari 77,3 persen pada tahun sebelumnya sebagai akibat dari peningkatan provisi yang dilakukan selama tahun tersebut serta pembentukan kredit baru yang lebih rendah karena mengalami penurunan nilai.

"grup terus melakukan pengawasan ketat atas portofolio kredit sebagai bagian dari inisiatif manajemen risiko yang kuat, dan secara aktif melibatkan nasabah yang terkena dampak kondisi bisnis yang menantang untuk memberikan nasihat dan dukungan dalam mengelola kewajiban keuangan mereka," jelas manajemen dalam siaran pers, Minggu (28/2/2021).

Dengan demikian, Manajemen Maybank menyampaikan direksi telah mengusulkan dividen single-tier final sebesar 38,5 sen per saham, yang terdiri dari porsi electable sebesar 21 sen per saham di bawah Rencana Reinvestasi Dividen (Dividend Reinvestment Plan). 

Bersama dengan dividen interim sebesar 13,5 sen per saham, jumlah dividen setahun penuh menjadi 52 sen per saham, dan diterapkan ke dalam rasio pembayaran dividen setahun penuh sebesar 91,2 persen.

Maybank Chairman, Tan Sri Dato 'Sri Zamzamzairani Mohd Isa mengatakan bahwa terlepas dari tantangan yang disebabkan pandemi Covid-19, grup telah mampu menunjukkan ketahanan dan kemampuannya untuk tetap bergerak dalam mengelola risiko maupun disrupsi lain yang belum pernah terjadi sebelumnya.  

“Prioritas utama kami ke depan adalah terus fokus pada keberlanjutan finansial kami dan menciptakan nilai bagi jutaan stakeholders’ kami,” ujarnya. 

Dia melanjutkan Maybank akan segera melanjutkan rencana M25 grup yang akan menetapkan roadmap dan sasaran strategis kami lima tahun ke depan untuk mendorong perusahaan ke tingkat berikutnya dan mempercepat pertumbuhan Maybank. 

“Kami yakin bahwa rencana ini dapat membantu grup untuk menjalankan bisnis sesuai tatanan dunia baru dan membangun jaringan yang lebih kuat di kawasan ini.”

Sementara itu, Presiden & CEO grup Datuk Abdul Farid Alias mengatakan bahwa kinerja grup ditopang oleh diversifikasi operasional dan fokus dalam memastikan likuiditas dan basis permodalan yang kuat.  

“Meskipun kami memperkirakan lingkungan akan tetap menantang dalam jangka menengah, kami berharap momentum ekonomi akan terangkat setelah kampanye vaksinasi digulirkan secara lebih komprehensif,” paparnya. 

grup tetap berkomitmen untuk berpegang pada dasar-dasar praktik perbankan yang sehat dan manajemen yang hati-hati yang menjadi dasar fondasi perusahaan, sementara pada saat yang sama mencari peluang penghasil pendapatan baru dan memanfaatkan kemampuan teknologi kami untuk menghasilkan produk dan layanan kelas dunia. 

“Kami sedang mempersiapkan, beberapa inisiatif digital menarik yang dirancang untuk memberikan pengalaman pelanggan generasi berikutnya, yang akan diluncurkan kepada nasabah kami tahun ini, ” tegasnya. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

laba bersih maybank dividen
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top