Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akulaku Finance Yakin Bisnis Paylater Bakal Kinclong, Ini Alasannya

Menurutnya, masyarakat Indonesia punya peluang melanjutkan tren peningkatan adopsi paylater, maupun transaksi digital lainnya.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 09 Maret 2021  |  16:35 WIB
Logo Akulaku - akulaku.com
Logo Akulaku - akulaku.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Akulaku Finance Indonesia optimistis terhadap laju pertumbuhan pengguna paylater di Indonesia, terutama di era new normal periode 2021.

Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia Efrinal Sinaga mengungkap sejumlah faktor pendukung tersebut. Menurutnya, masyarakat Indonesia punya peluang melanjutkan tren peningkatan adopsi paylater. 

"Pandemi menjadi salah satu game changer yang mengubah berbagai kebiasaan masyarakat menjadi serba distancing dan digital, contactless, dan cashless. Termasuk dalam hal mengakses layanan keuangan," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (9/3/2021).

Perusahaan pembiayaan bagian dari Akulaku Group ini juga optimistis bahwa penggunaan fitur paylater Akulaku semakin diminati bukan hanya karena menjamin kemudahan transaksi, tetapi juga memberikan keleluasaan bagi pengguna layanan dalam mengelola arus kas ketika menghadapi tekanan ekonomi.

"Di samping itu, masih cukup tingginya persentase masyarakat unbanked dan underbanked di Indonesia menjadi peluang bagi penyedia layanan paylater untuk dapat menjangkau masyarakat luas," tambahnya. 

Hal tersebut juga didukung oleh tingginya penetrasi internet yang telah menjangkau hampir 75 persen populasi dan program penyediaan infrastruktur telekomunikasi yang menargetkan zero blank spot hingga ke berbagai pelosok.

"Kolaborasi yang solid dengan sejumlah mitra platform e-commerce dan perbankan akan dapat mewujudkan komitmen kami untuk mencapai keuangan inklusif di Indonesia," ujarnya.

Sekadar informasi, Riset Coherent Market Insights memproyeksikan pasar paylater global dapat menyentuh US$33,6 miliar pada 2027 dengan laju pertumbuhan sebesar 21,2 persen setiap tahun. 

Sementara pasar paylater negara di Asia Pasifik dapat melaju lebih pesat karena tingginya penetrasi internet dan ponsel pintar yang dinilai dapat membawa perubahan positif pada laju pertumbuhan industri paylater.

Adapun, di tengah tantangan ekonomi akibat pandemi Covid-19, Akulaku telah menghubungkan 6 juta pengguna untuk memenuhi berbagai kebutuhan melalui fitur paylater yang terintegrasi ke berbagai platform belanja online.

Opsi pembayaran menggunakan paylater Akulaku telah terhubung dengan berbagai mitra platform e-commerce teratas di Indonesia, yaitu meliputi Bukalapak, Shopee, BliBli, Tiket, JD.ID serta berbagai mitra platform digital lainnya. 

Akulaku Finance mencatatkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan lebih dari 40 persen di sepanjang 2020. Sementara rasio non-performing financing (NPF) nett Akulaku terjaga di level 0,05 persen. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fintech Akulaku paylater
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top