Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Holding Indonesia Financial Group (IFG) Cetak Laba Rp2,2 Triliun pada 2020

Direktur Keuangan dan Umum IFG Rizal Ariansyah mengatakan pencapaian itu tidak lepas dari pembenahan tata kelola perusahaan dan anggota holding.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 22 Maret 2021  |  08:41 WIB
(Dari kiri ke kanan) Direktur Keuangan dan Umum IFG Rizal Ariansyah dan Direktur Utama IFG Robertus Billitea - Istimewa
(Dari kiri ke kanan) Direktur Keuangan dan Umum IFG Rizal Ariansyah dan Direktur Utama IFG Robertus Billitea - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Holding Perasuransian dan Penjaminan atau Indonesia Financial Group (IFG) mencetak laba sebesar Rp2,2 triliun pada 2020.

Jumlah itu naik 20 persen di atas target yang ditetapkan dalam RKAP BUMN 2020 senilai Rp1,8 triliun. Direktur Keuangan dan Umum IFG Rizal Ariansyah mengatakan pencapaian itu tidak lepas dari pembenahan tata kelola perusahaan dan anggota holding.

Menurut Rizal, IFG berkomitmen mewujudkan tata kelola perusahaan yang lebih baik dalam menjalankan tiga perannya, yaitu financial planning, fundraising, dan pengelolaan investasi.

“Untuk financial planning, kami memiliki peran untuk ikut serta dalam penyusunan RKAP dan cost control perusahaan anggota holding,” katanya dalam keterangan resmi Senin (21/3/2021).

Selain laba, aset IFG juga melampaui target Kementerian BUMN. Total aset per 31 Desember 2020 mencapai Rp88 triliun atau 9 persen lebih tinggi dari target di RKAP 2020 yang sebesar Rp 81 triliun.

Adapun, total ekuitas perseroan senilai Rp45,5 triliun atau 2 persen lebih tinggi dari target di RKAP 2020 yang sebesar Rp 44,8 triliun.

“Begitu juga dengan rasio yield on investment perusahaan per akhir 2020 sebesar 7 persen atau 75 persen lebih tinggi dari target RKAP 2020 yang sebesar 4 persen,” imbuhnya.

Rizal menambahkan bahwa IFG bakal melakukan fundraising untuk kebutuhan permodalan anak usaha melalui PMN, penerbitan obligasi melalui pasar modal, dan utang bank. Dengan peringkat AAA dari Pefindo, IFG berpeluang menerbitkan obligasi dengan biaya yang jauh lebih rendah, sehingga terjadi penghematan biaya.

Selain itu, IFG sebagai holding juga melakukan pengawasa pengelolaan portofolio investasi anggota holding. Dengan begitu, terjadi pengelolaan yang transparan untuk menjaga imbal hasil investasi yang baik dan risikonya rendah.

Investasi yang dilakukan oleh IFG berdasarkan prinsip LDI (Liabilities Driven Investment), yaitu skema investasi yang berfokus untuk memenuhi kewajiban keuangan.

Menurutnya, IFG menargetkan menjadi salah satu grup keuangan non-perbankan terbesar di Asia Tenggara di masa depan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi BUMN penjaminan Holding Asuransi IFG
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top