Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Relaksasi PPnBM Bakal Dorong Multifinance Rilis Surat Utang

Sentimen positif datang setelah kepastian pemerintah memberlakukan subsidi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk mobil baru per Maret 2021.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 19 April 2021  |  21:54 WIB
Multifinance - Istimewa
Multifinance - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memproyeksi bahwa pelaku industri pembiayaan, terutama multifinance yang bermain di sektor otomotif, baru mulai aktif mengejar pendanaan dari pasar modal mulai kuartal II/2021.

Analis Divisi Pemeringkatan Jasa Keuangan (Fi Ratings) Pefindo Danan Dito menjelaskan bahwa sektor pembiayaan secara umum bakal bergerak ke arah positif menilik pemulihan kondisi ekonomi pascapandemi.

"Tren penerbitan surat utang dari industri pembiayaan keseluruhan, maupun multifinance yang banyak bergerak di sektor otomotif, akan memuncak mulai kuartal II/2021 sampai kuartal III/2021," ungkapnya, Senin (19/4/2021).

Sekadar informasi, Pefindo memiliki 30 perusahaan di sektor pembiayaan di mana 18 perusahaan mengakomodasi consumer financing, 12 productive financing, 18 ikut mengakomodasi pembiayaan otomotif, 6 perusahaan menyediakan pembiayaan alat berat & infrastruktur, 5 unsecured & micro, 1 perusahaan pergadaian, serta 3 lembaga keuangan khusus pelat merah.

Menurut Pefindo, ketidakpastian akibat pandemi dan sentimen negatif dari belum jelasnya distribusi vaksin masih jadi tantangan utama sehingga pendanaan dari sektor pembiayaan belum terlalu meriah pada kuartal I/2021.

Dari total penerbitan surat utang nasional di angka Rp23,21 triliun pada kuartal I/2021, multifinance baru menyumbang penerbitan Rp862,5 miliar, terdiri dari obligasi Rp732,5 miliar dan MTN Rp130 miliar.

Adapun, sektor industri pembiayaan hanya menyumbang Rp2,46 triliun. Semuanya dari perusahaan pembiayaan pelat merah, terdiri dari obligasi Rp666,2 miliar dan sukuk Rp1,8 triliun.

Menurut Pefindo, penerbitan ini masih didominasi refinancing dari surat utang jatuh tempo. Serta bagi perusahaan pembiayaan yang memiliki entitas induk kuat seperti perbankan atau agen tunggal pemegang merek (ATPM), pun masih bisa mengandalkan sumber pendanaan dari induk usahanya.

"Kalau kita lihat satu per satu perusahaan banyak yang bertahan karena dukungan kuat dari perbankan. Penerbitan surat utang nantinya akan bertumbuh kalau kebutuhan pembiayaan bergerak semakin besar," tambahnya.

Namun demikian, multifinance sedang terdongkrak sentimen positif setelah datang kepastian pemerintah memberlakukan subsidi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk mobil baru per Maret 2021, yang notabene menjadi objek pembiayaan terbesar industri multifinance.

Sementara itu, kebutuhan pembiayaan secara umum akan lebih banyak menuai sentimen positif dari pemulihan ekonomi nasional. Contohnya, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) menjadi salah satu perusahaan pembiayaan dalam portofolio Pefindo yang berhasil memperbaiki outlook dari idA+/negatif ketika pandemi menjadi idA+/stabil pada kuartal I/2021.

Mulai ramainya penerbitan surat utang dari sektor pembiayaan terlihat dari mandat penerbitan surat utang yang diterima Pefindo per 15 April 2021 dan belum di-listing.

Dari total rencana emisi Rp45,27 triliun, nilai terbesar didominasi akumulasi 3 perusahaan dari sektor industri pembiayaan sebesar Rp6,3 triliun, disusul akumulasi 4 perusahaan multifinance dengan total rencana penerbitan Rp5,8 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance Obligasi pefindo surat utang negara
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top