Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Permata (BNLI) Tahan Laba 2020 untuk Perkuat Modal

RUPST juga menyetujui Laporan Tahunan 2020 dan pengesahan atas Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 28 April 2021  |  10:22 WIB
Nasabah melakukan transaksi perbankan melalui anjungan tunai mandiri Bank Permata di Jakarta, Rabu (12/2/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Nasabah melakukan transaksi perbankan melalui anjungan tunai mandiri Bank Permata di Jakarta, Rabu (12/2/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Permata Tbk. memutuskan kembali tidak membagikan dividen dari laba tahun 2020.

Berdasarkan pengumuman ringkasan risalah RUPS Tahunan 2021 dan RUPSLB yang diselenggarakan 27 April 2021, rapat menyetujui penggunaan keuntungan bersih perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp721,59 miliar.

Laba bersih tahun lalu di antaranya digunakan untuk tambahan dana cadangan wajib sebesar Rp150 miliar. Hal itu dalam rangka pemenuhan ketentuan Pasal 70 UU Nomor 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas.

Adapun, sisa laba bersih perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, setelah dikurangi dengan cadangan wajib atau sebesar Rp571,59 miliar dibukukan sebagai laba ditahan perseroan, untuk memperkuat struktur permodalan perseroan.

RUPST juga menyetujui Laporan Tahunan 2020 dan pengesahan atas Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

Di samping itu, rapat menyetujui penunjukan kembali Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, anggota jaringan firma PricewaterhouseCoopers yang merupakan Kantor Akuntan Publik yang terdaftar di OJK untuk melakukan audit atas Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

Rapat juga menetapkan besarnya remunerasi serta fasilitas lain bagi seluruh anggota dewan komisaris perseroan untuk tahun buku 2021 sebesar-besarnya Rp30,10 miliar per tahun.

Rapat juga menetapkan besarnya honorarium dan atau tunjangan bagi seluruh anggota dewan pengawas syariah perseroan untuk tahun buku 2021 sebesar Rp1,01 miliar per tahun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank permata dividen emiten bank
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top