Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasca Merger Gojek-Tokopedia, Harga ARTO Makin Kuat Menuju Level 21.000?

Belum lama ini Morgan Stanley menerbitkan analisa terkait dengan emiten bank digital PT Bank Jago Tbk. Harga saham ARTO diramal mampu menembus level 21.000. 
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 17 Mei 2021  |  17:57 WIB
Logo Bank Jago - Istimewa
Logo Bank Jago - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Potensi pergerakan harga saham PT Bank Jago Tbk. mulai tampak relevan. Terlebih pemegang sahamnya PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) baru saja dengan PT Tokopedia.

Keduanya membentuk perusahaan bernama GoTo. Pembentukan Grup GoTo menandai fase pertumbuhan selanjutnya bagi Gojek, Tokopedia dan GoTo Financial.

Adapun, belum lama ini Morgan Stanley menerbitkan analisa terkait dengan emiten bank digital PT Bank Jago Tbk. Harga saham ARTO diramal mampu menembus level 21.000. 

Ini adalah skenario paling baik di mana saham Bank Jago diperkirakan mampu menembus Rp21.476 per saham atau setara 38,1 kali nilai buku. Adapun, saat ini rata-rata di kisaran Rp9.875 sampai Rp10.750 per saham.

Asumsi pertumbuhan ini dapat dicapai bila pertumbuhan PDB mampu tumbuh 7,4%. Pada proyeksi ini fungsi intermediasi Bank juga harus naik 1 part per million (ppt) dengan NIM (net interest margin) lebih dari 3,1%.

Di pihak lain, Sucor Sekuritas memberikan prospek positif terhadap harga saham Bank Jago. Bahkan, dengan skenario optimistis, harganya sahamnya dapat mencapai Rp20.800 per saham.

Dalam skenario optimis ini, Sucor Sekuritas melihat potensi pengguna Bank Jago dapat mencapai 160 juta, yang sebagian besar terdiri dari populasi berusia antara 15-49 tahun (internet-savvy population), atau melihat total angkatan kerja menurut data Bank Dunia yang mencapai hampir 135 juta orang.

Dengan asumsi Bank Jago dapat mencakup 45% dari pangsa pasar ini, meniru kesuksesan Bank Kakao Korea Selatan, maka Bank Jago bisa meningkatkan basis pelanggannya menjadi 67,5 juta pengguna. Sehingga memenuhi syarat untuk valuasinya US$20 miliar atau Rp288,7 triliun (Rp20.800 per saham).

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan potensi peningkatan harga saham ARTO memang semakin besar dengan aksi korporasi ini.

Menurutnya, harga saham emiten berkode ARTO ini berpotensi bergerak di kisaran 8.800 hingga 11.900.

"Untuk proyeksi harga jangka panjang saya masih belum bisa prediksi, tetapi tentu apresiasi akan ada dengan aksi korporasi ini," sebutnya.

Sementara itu, Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menyampaikan predikssi harga saham ARTO memang sangat beragam. Banyak sekuritas yang menerbitkan analisa yang memproyeksi peningkatan harga fenomenal.

Kendati demikian, Reza menuturkan Bank Jago masih perlu membuktikan kienerja riilnya tahun ini sebelum investor melanjutkan apresiasi lebih kuat lagi.

"Memang banyak analisa yang memperkirakan bisa tembus lebih 20.000. Namun, kami melihat Bank Jagoi masih perlu membuktikan kinerja riilnya terlebih dahulu," imbuhnya.

Saat ini, harga ARTO bergerak di kisaran 10.700 (17/5). Posisi ini sudah naik 77,4% dari 3 bulan lalu, tetapi turun 2,06% dari bulan sebelumnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia perbankan saham bank emiten bank
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top