Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Incar Momentum Perkembangan Keuangan Syariah, Fintech ALAMI Percepat Integrasi Bisnis

Langkah ALAMI mengkuisisi BPRS diharapkan dapat mendukung dan memperluas layanan fintech yang selama ini belum dapat diakomodir oleh fintech tersebut.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 25 Mei 2021  |  21:58 WIB
CEO ALAMI Dima Djani (tengah) - Istimewa
CEO ALAMI Dima Djani (tengah) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Platform teknologi finansial (tekfin/fintech) PT Alami Fintek Sharia (ALAMI) berupaya memperbesar pengaruhnya terhadap pangsa pasar pengguna keuangan syariah di area metropolitan, lewat perluasan basis layanan.

CEO ALAMI Dima Djani menjelaskan hal ini mengingat fenomena mulai banyaknya masyarakat yang tertarik berkontribusi dalam keuangan syariah, yang terlihat dari tumbuhnya pendana (lender/funder) di platform ALAMI selama periode 2021.

"Retail funders kita naik signifikan, apalagi setelah kita meluncurkan aplikasi mobile. Kontribusinya bisa sampai Rp30 miliar per bulan. Kalau dibandingkan dengan institutional funders, tadinya yang retail hanya 10-15 persen, sekarang sudah 30 persen," ujarnya dalam sesi wawancara khusus bersama Bisnis, Selasa (25/5/2021).

Tak ingin melewatkan momentum, ALAMI pun berupaya mempercepat proses peluncuran bisnis perbankan syariah yang baru saja diakuisisinya pada kuartal I/2021 ini.

Sekadar informasi, platform fintech peer-to-peer (P2P) lending berbasis syariah ini telah merampungkan proses perizinan terhadap satu-satunya Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di wilayah DKI Jakarta, yang rencananya akan dinamakan Bank Hijra.

"Kita akan percepat sinergi, tentunya sesuai rambu-rambu Otoritas Jasa Keuangan [OJK]. Selama masih masuk dalam koridor, kita akan percepat integrasinya, terutama dari segi digitalisasi," ungkapnya.

Dima menjelaskan bahwa langkah ini merupakan salah satu cara ALAMI menjaga ketertarikan masyarakat terhadap lembaga keuangan syariah yang saat ini tengah bertumbuh. Baik dari sisi pendana, maupun para pelaku usaha sebagai peminjam dana (borrower).

Nantinya, Bank hasil akuisisi tersebut bisa menjadi pelengkap layanan yang tidak dimiliki ALAMI selaku fintech P2P lending. Misalnya, mengakomodasi tabungan lender maupun borrower, serta menjadi lender institusi bagi platform ALAMI itu sendiri, sehingga biaya-biaya bunga dan layanan nantinya semakin bisa ditekan.

"Keterbatasan P2P itu kan tidak boleh menghimpun dana nasabah, dana lender [mengendap] maksimal dua hari, setelah itu harus ada perbankan yang mengakomodasi. Makanya, kita sekalian mau ikut mengembangkan ekosistem BPRS lewat market yang sudah kita punya, dan kebetulan OJK juga lagi menggaungkan digitalisasi BPRS. Jadi langkah kita ini juga ikhtiar supaya BPRS tidak tergilas zaman," jelasnya.

Pria yang sudah malang-melintang di industri lembaga jasa keuangan sejak 2009 ini berharap momentum ketertarikan masyarakat terhadap ekosistem syariah pada periode ini akan membawa pertumbuhan untuk ALAMI dan Bank Hijra.

ALAMI menargetkan penyaluran pinjaman pada 2021 mampu menembus Rp1 triliun. Adapun, sejak berdiri pada 2018 sampai saat ini, akumulasi penyaluran pinjaman ALAMI telah mencapai Rp592 miliar kepada 129 borrower UMKM produktif, dengan outstanding tersisa Rp152 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

syariah perbankan fintech
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top