Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AAUI: Ancang-Ancang Pemulihan Ekonomi, Aset Asuransi Umum Perlu Ditinjau Lagi

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe menjelaskan bahwa industri asuransi perlu melihat pandemi Covid-19 secara komprehensif. Perkembangan kebijakan pemerintah memang harus diikuti, tapi industri perlu fokus pada aspek yang lebih besar.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 22 Juli 2021  |  12:59 WIB
Karyawan memotret deretan logo-logo perusahaan asuransi di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta, Selasa (22/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan memotret deretan logo-logo perusahaan asuransi di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta, Selasa (22/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Industri asuransi umum dinilai perlu meninjau kualitas asetnya sebagai persiapan memasuki fase rebound, saat dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian mulai mereda. Krisis saat ini perlu menjadi katalis perbaikan industri.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe menjelaskan bahwa industri asuransi perlu melihat pandemi Covid-19 secara komprehensif. Perkembangan kebijakan pemerintah memang harus diikuti, tapi industri perlu fokus pada aspek yang lebih besar.

Menurut Dody, industri asuransi memiliki prospek yang menjanjikan seiring upaya pemulihan ekonomi nasional dan global yang gencar pada 2021. Industri perlu mempersiapkan diri memasuki periode rebound, dengan tetap beradaptasi terhadap kebijakan saat ini, seperti PPKM.

Salah satu yang perlu dicermati adalah aset industri asuransi umum, yang menurut Dody terus mencatatkan pertumbuhan dalam lima tahun terakhir. Setelah dampak pandemi mereda, industri akan melanjutkan tren itu sehingga perlu persiapan yang baik.

"Kini yang perlu diperhatikan adalah kualitas aset, karena perusahaan perlu me-review penerapan pencadangan yang proper, yang dapat menggerus modal perusahaan," ujar Dody kepada Bisnis, Kamis (22/7/2021).

Pencadangan pun menjadi salah satu aspek krusial bagi perusahaan asuransi untuk menjaga likuiditas di tengah pandemi Covid-19. Terdampaknya daya beli masyarakat membuat banyak nasabah yang kesulitan membayar premi, dan seperti di lembaga jasa keuangan lainnya, banyak yang mengajukan keringanan atau restrukturisasi.

Menurut Dody, upaya peninjauan aset itu perlu diiringi strategi lainnya untuk mengoptimalkan potensi pertumbuhan industri asuransi yang tinggi. Beberapa upaya lainnya terkait tambahan modal, konsolidasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang bertalenta.

"Asuransi umum memiliki prospek untuk bertumbuh namun bergantung pada aktivitas ekonomi masyarakat. Untuk itu pelaku industri harus pandai memilah tantangan yang datang dan mengelompokkan sebagai tantangan sebelum pandemi atau yang diakibatkan oleh pandemi," ujar Dody.

AAUI pun menilai bahwa krisis kali ini harus dilihat sebagai katalis transformasi industri asuransi dalam masa pemulihan ekonomi setelah pandemi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi aaui asuransi umum
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top