Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cegah Pembobolan Dana, BTPN Lakukan Penyesuaian Fitur Aplikasi Jenius. Apa Saja?

Bank BTPN melakukan penyesuaian fitur aplikasi Jenius demi meningkatkan keamanan para nasabahnya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Agustus 2021  |  06:01 WIB
Aplikasi dan Kartu Jenius - jenius.com
Aplikasi dan Kartu Jenius - jenius.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank BTPN Tbk. (BTPN) melakukan langkah dengan mengubah kebijakan terkait fitur aplikasi Jenius pasca beberapa kasus penipuan terhadap nasabah terjadi, dengan tujuan mencegah kasus serupa terulang.

Head of Digital Banking Bank BTPN Irwan Tisnabudi mengatakan perseroan senantiasa menambah sistem keamanan perbankan digital, mengikuti perkembangan teknologi dan zaman untuk memastikan data nasabah.

"Langkah penyesuaian pertama yang dilakukan Bank BTPN adalah menonaktifkan akses Jenius melalui situs web," ujarnya seperti dilansir Tempo.co, Selasa (10/8/2021).

Hal tersebut bertujuan mengurangi risiko rekayasa sosial atau social engineering oleh pelaku kejahatan untuk memanipulasi korban dan mengambil tindakan tertentu untuk kepentingan pelaku melalui sarana seperti telepon, teks, email, dan media sosial.

Kemudian, BTPN juga menerapkan kebijakan satu perangkat untuk melindungi rekening Jenius nasabah. Dengan demikian, pemilik akun Jenius hanya bisa mengakses dan bertransaksi melalui satu perangkat saja yang telah terverifikasi.

Oleh karena itu, jika nasabah ingin mengalihkan akun Jenius ke perangkat lain hanya dapat melakukan transfer melalui Jenius Help 1500 365 atau kantor cabang Sinaya Bank BTPN.

Belum lama ini nasabah Jenius BTPN Wirawan A Candra menjadi korban penipuan. Korban mengaku tertipu lewat panggilan melalui nomor WhatsApp +1(225) 240-1221 yang mengaku sebagai call center Jenius. Dia diminta call center yang mengaku dari Jenius untuk mengisi formulir pada situs jeniusbtpn.com agar adanya penyesuaian tarif feesible.

Jenius merupakan aplikasi perbankan digital milik BTPN. Wirawan kehilangan uang sekitar Rp241,85 juta. Dana itu berasal dari tabungan aktif sebesar Rp21,85 juta dan dalam deposito Rp220 juta.

Irwan pun menyarankan nasabah tidak pernah memberikan informasi pribadi kepada orang lain hingga pegawai bank. "Jangan bagikan informasi ini ke orang lain. Datamu rahasiamu. Mulai dari PIN, 14 digit nomor kartu, tanggal kedaluwarsa, kode CVV sampai kode OTP," kata Irwan.

Menurutnya, pihak perbankan tidak pernah meminta informasi pribadi kepada para nasabahnya, sehingga nasabah diminta bertanggung jawab penuh terhadap keamanan dan rahasia informasi pribadi, terutama pada penggunaan aplikasi Jenius.

Modus kejahatan seperti social engineering atau rekayasa sosial masih beredar sampai saat ini. Terutama dalam perkembangan teknologi yang semakin pesat ini, sehingga pelaku dapat memanipulasi korban secara halus.

Dalam tindakan social engineering atau rekayasa sosial, pelaku menelepon korban dengan fake caller id atau nomor telepon palsu. Kemudian, mereka akan meminta data-data para calon korban. Kendati demikian, mereka dapat masuk atau mengakses akun Jenius para nasabah.

"Nah, ketika email dan nomor handphone berubah, nasabah yang asli ini tidak bisa mengakses rekening Jenius. Mereka cepat sekali sebelum nasabah sadar bahwa rekening itu diambil fraudster," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btpn mobile banking Digital Banking Jenius Bank Digital

Sumber : tempo.co

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top