Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hari Asuransi Nasional, Masyarakat Harus Waspadai Risiko Bencana Alam

Fenomena alam dan dampak La nina & El Nino seperti banjir, angin puting beliung, tanah longsor, banjir bandang dan gelombang tinggi diperkirakan akan melanda Indonesia.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 18 Oktober 2021  |  22:05 WIB
Christian Wirawan Wanandi, Presiden Director PT Asuransi Wahana Tata (Aswata), memberikan sambutan dalam webinar bertajuk Memahami Fenomena dan Dampak Global Warming yang dihelat Aswata bersama Swiss Re dalam memperingati Hari Asuransi, Senin (18/10/2021) - Dok./Aswata
Christian Wirawan Wanandi, Presiden Director PT Asuransi Wahana Tata (Aswata), memberikan sambutan dalam webinar bertajuk Memahami Fenomena dan Dampak Global Warming yang dihelat Aswata bersama Swiss Re dalam memperingati Hari Asuransi, Senin (18/10/2021) - Dok./Aswata

Bisnis.com, JAKARTA – Masyarakat dinilai perlu terus mewaspadai risiko-risiko yang terkait fenomena alam, khususnya dampak cuaca ekstrem sejalan dengan meningkatnya pemanasan global atau global warming.

Hal itu ditegaskan Christian Wirawan Wanandi, Presiden Director PT Asuransi Wahana Tata (Aswata), dalam webinar bertajuk Memahami Fenomena dan Dampak Global Warming yang dihelat Aswata bersama Swiss Re dalam memperingati Hari Asuransi, Senin (18/10/2021).

Menurutnya, di tengah pandemi Covid-19, masyarakat memang terfokus pada isu kesehatan. Namun, dia mengingatkan bahwa fenomena alam dan dampak La nina & El Nino seperti banjir, angin puting beliung, tanah longsor, banjir bandang dan gelombang tinggi diperkirakan akan melanda Indonesia pada akhir tahun 2021 sampai awal tahun 2022.

"Kita biasanya hanya fokus pada kesehatan, tetapi dengan adanya risiko lain yang berjalan terus, yaitu trend Global Warming, cuaca ekstrem, curah hujan sangat tinggi, kita harus waspada dengan ancaman-ancaman bencana alam ini," ungkapnya dalam webinar.

Christian pun berharap upaya literasi melalu webinar ini dapat meningkatkan kesadaran dan mitigasi risiko serta pemahaman masyarakat, khususnya nasabah dan mitra, mengenai pentingnya asuransi dalam bencana.

“Dengan webinar ini diharapkan kita mampu memahami trend Global Warming, sehingga lebih optimis dalam melalui kondisi yang berpotensi terjadi” ujar Christian Wirawan Wanandi, Presiden Direktur Aswata, di Jakarta, Senin (10/18).

Pasalnya, berdasarkan data BNPB per 15 Oktober 2021 bahwa tercatat telah terjadi bencana sebanyak 2.046 kejadian. Bencana alam didominasi dengan 516 puting beliung, 376 tanah longsor, 853 banjir dan bencana lainnya.

Posisi Letak Indonesia saat ini memberikan dampak berupa dinamika iklim yang dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara yang dikontrol oleh posisi gerak semu matahari.

Adapun akibat dari kondisi tersebut mengakibatkan fenomena La nina & El Nino, yang mengakibatkan meningkatnya intensitas curah hujan yang ekstrem mencapai 40 persen dari batas normal.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi asuransi wahana tata
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top