Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

6 Tips Mudah Membuat Budgeting dan Menghitung Cash Flow

Simak 6 tips mudah membuat budgeting dan menghitung cash flow agar arus kas Anda tetap lancar.
Dinda Aulia Ramadhanty
Dinda Aulia Ramadhanty - Bisnis.com 28 Oktober 2021  |  15:26 WIB
Ilustrasi financial olanning untuk mencapai kebebasan finansial atau financial freedom - Freepik.com
Ilustrasi financial olanning untuk mencapai kebebasan finansial atau financial freedom - Freepik.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Membuat perencanaan keuangan (budgeting) serta menghitung arus uang masuk dan keluar (cash flow) penting untuk dilakukan agar arus kas tetap lancar. Simak 6 tips mudah membuat budgeting dan menghitung cash flow.

Menyusun budgeting dan mencatat cash flow berfungsi untuk membantu mengontrol uang masuk dan keluar. Bukan itu saja, Anda juga bisa menghemat uang dan menentukan kemana dana akan digunakan.

Oleh karena itu, sebelum melakukan penyusunan anggaran pribadi diperlukan sejumlah pemahaman pengelolaan uang yang baik.

Berikut 6 tips mudah dalam membuat budgeting dan menghitung cash flow seperti dilansir dari situs Bank of America, Kamis (28/10/2021).

1. Catat Penghasilan Bersih

Langkah pertama dalam membuat anggaran, yaitu mengidentifikasi jumlah penghasilan Anda. Perlu diingat, sangat mudah untuk melebih-lebihkan kebutuhan yang dirasa mampu. Apalagi jika menganggap total gaji yang Anda miliki saat ini sebagai nominal yang dibelanjakan. 

Namun, angka nominal penghasilan bersih dapat ditemukan setelah melakukan potongan pada kewajiban tetap, seperti jaminan sosial, pajak, serta alokasi lainnya. Take-home pay disebut pendapatan bersih yang dapat digunakan saat membuat anggaran.

2. Lacak Seluruh Pengeluaran

Cara ini sangat membantu untuk melacak dan mengkategorikan pengeluaran sehingga arus pengeluaran uang dapat diketahui telah dialokasikan kemana, yang kemudian dapat melakukan penyesuaian.

Selain itu, melakukan pelacakan pengeluaran juga akan membantu mengidentifikasi barang atau kebutuhan yang menghabiskan uang paling banyak dan di mana memungkinkan paling mudah untuk mengurangi nominal yang dikeluarkan.

Untuk pengerjaan teknisnya dapat dimulai dengan membuat daftar seluruh pengeluaran tetap termasuk tagihan bulanan reguler seperti sewa rumah, utilitas, serta cicilan.

Setelah itu, susun daftar semua pengeluaran variabel lainnya, yang berpotensi dapat berubah nominalnya dari bulan ke bulan seperti bahan makanan, gas, dan hiburan. Pada daftar ini menjadi area dimana memungkinkan menemukan peluang untuk melakukan pengurangan anggaran. 

Kartu kredit dan buku tabungan merupakan tempat yang baik untuk memulai karena dua hal ini sering merinci atau mengkategorikan pengeluaran bulanan. Anda bisa mencatat pengeluaran harian di media apa saja, seperti pena dan kertas, aplikasi, atau ponsel.

3. Tetapkan Tujuan

Sebelum mulai menyaring informasi yang telah dilacak, buatlah daftar semua tujuan keuangan yang ingin dicapai. Baik untuk jangka waktu pendek dan panjang. 

Tujuan jangka pendek seharusnya tidak lebih dari satu tahun untuk dicapai. Sedangkan tujuan jangka panjang, dapat berupa menabung untuk masa pensiun atau pendidikan anak. Bisa juga kebutuhan yang mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dicapai.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

personal finance perencanaan keuangan tips keuangan
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top