Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ping An Dikabarkan Merapat, Bank Nobu (NOBU) Buka Suara

Sebelumnya beredar pemberitaan mengenai perusahaan finansial asal China Ping An bakal merapat ke bank milik Grup Lippo tersebut.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 11 November 2021  |  17:20 WIB
Mobile Banking Bank Nobu - nobubank.com
Mobile Banking Bank Nobu - nobubank.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Nationalnobu Tbk. (NOBU) memberikan penjelasan mengenai kabar adanya investor baru yang akan masuk.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (11/11/2021), disebutkan bahwa sebelumnya beredar pemberitaan mengenai perusahaan finansial asal China Ping An bakal merapat ke bank milik Grup Lippo tersebut.

Terkait dengan pemberitaan tersebut, manajemen NOBU pun memberikan penjelasan ke BEI."Hingga saat disampaikannya jawaban ini, perseroan tidak memiliki informasi apapun terkait hal yang diberitakan yang dapat disampaikan," tulis manajemen Bank Nobu.

Selain itu, manajemen juga menyatakan hingga saat ini tidak ada informasi atau kejadian material yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup Bank Nobu atau dapat mempengaruhi harga saham perseroan yang belum diungkapkan.

Pada saat ini, Bank Nobu sedang memproses aksi korporasi berupa penerbitan saham baru melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Bank Nobu akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 164 juta saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga pelaksanaan Rp1.205. Nilai yang ditawarkan tersebut mewakili 3,57 persen dari modal ditempatkan disetor penuh setelah PUT, sehingga nilai PUT adalah sebanyak-banyaknya Rp198 miliar.

Pemegang saham yang berhak memperoleh rights issue Bank Nobu adalah pemegang saham yang namanya tercatat dalam DPS perseroan pada 11 November 2021 pukul 16.00 WIB.

Rencananya, dana perolehan rights issue sebesar Rp193 miliar akan digunakan perseroan untuk mengambilalih aset berupa Menara UPH dan Gedung Kantor GMT yang dimiliki oleh GPMK. Sisanya, akan digunakan perseroan untuk modal kerja berupa penyaluran kredit kepada nasabah.

Adapun, pada perdagangan hari ini, saham NOBU ditutup melemah 4,67 persen ke level 1.020 per saham. Pada hari sebelumnya, NOBU juga mencatatkan koreksi sebesar 0,47 persen.

Sebagai informasi, Ping An Insurance (Group) Company of China, Ltd. merupakan perusahaan holding layanan keuangan, ritel, dan layanan teknologi terkemuka asal China. Bisnis utama Ping An mencakup sektor keuangan dan layanan teknologi. Selain itu, perusahaan kini juga merambah ke sektor teknologi finansial (fintech) dan teknologi kesehatan (healthtech).

Ping An juga menggunakan teknologi inovatifnya untuk mendukung ekosistem layanan keuangan, perawatan kesehatan, layanan otomotif, dan layanan kota pintar. Ping An didirikan pada 1988 di Shekou, Shenzhen, sebagai Ping An Insurance Company, dengan menawarkan asuransi kecelakaan dan properti.

Pada 2003, perusahaan berubah menjadi konglomerasi dengan nama Ping An Insurance (Group) Company of China, Ltd. dab menjadi perusahaan percontohan untuk operasi terintegrasi dalam industri keuangan China. Ping An kemudian merambah ke sektor teknologi dan memperluas bisnisnya ke layanan teknologi finansial.

Dengan akses teknologi ini, perusahaan mampu menawarkan bisnis asuransi dengan akses teknologi terbaru. Pada 2020, Ping An menduduki peringkat ke-7 dalam daftar Forbes Global 2000 dan ke-21 dalam daftar Fortune Global 500.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank nobu ping an emiten bank rights issue
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top