Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bos BSI (BRIS) Ungkap Pendorong Kinerja Perbankan Syariah pada 2022

Kinerja industri perbankan syariah diperkirakan melanjutkan pertumbuhan positif pada tahun depan, baik dari sisi penghimpunan dana maupun juga dari sisi penyaluran pembiayaan.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 03 Desember 2021  |  18:27 WIB
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi (kanan) berbincang dengan Group Chief Executive Officer (CEO) Dubai Islamic Bank (DIB) Adnan Chilwan di Jakarta, Rabu (3/3). dalam rangkaian acara Indonesia Emirates Amazing Week 2021 (IEAW) pada 1-7 Maret 2021 - Istimewa\r\n
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi (kanan) berbincang dengan Group Chief Executive Officer (CEO) Dubai Islamic Bank (DIB) Adnan Chilwan di Jakarta, Rabu (3/3). dalam rangkaian acara Indonesia Emirates Amazing Week 2021 (IEAW) pada 1-7 Maret 2021 - Istimewa\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) atau BSI Hery Gunardi melihat prospek pertumbuhan industri perbankan syariah di 2022 mendatang diperkirakan akan terus berlanjut secara positif, baik dari sisi penghimpunan dana maupun juga dari sisi penyaluran pembiayaan.

Hery menyampaikan, kinerja perbankan syariah utamanya didorong oleh pemulihan ekonomi dan tren halal lifestyle. Menurutnya, dampak dari pandemi Covid-19 menjadikan masyarakat lebih senang dalam memilih makanan yang menyehatkan.

“Halal juga salah satu bagian yang dianggap melalui satu proses makanan yang sudah melalui proses halal dan mendapat sertifikasi halal. Itu dikonotasikan dan juga dianggap merupakan makanan yang hygiene dan ini penting,” kata Hery dalam acara virtual bertajuk Sharia Economic & Financial Outlook 2022, Jumat (3/12/2021).

Selain itu, kinerja perbankan syariah juga turut didorong oleh kebijakan pemerintah yang mendukung pengembangan ekonomi syariah.

Hery memperkirakan, pada 2022 mendatang, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) masih akan berlanjut tumbuh sekitar 11,53 persen. Adapun, faktor pendorong dari sisi penghimpunan DPK, yaitu mulai meningkatnya awareness masyarakat terkait halal lifestyle.

Kemudian, pengembangan digital banking yang memudahkan masyarakat dalam membuka rekening secara online dan melakukan transaksi tidak perlu mendatangi ke cabang juga menjadi faktor pendorong bagi perbankan syariah dari sisi penghimpunan DPK.

Lalu, imbauan Menteri BUMN terkait opsi payroll pegawai BUMN melalui bank syariah yang juga memberikan peluang kepada perbankan syariah untuk bisa masuk ke bisnis payroll. Berikutnya, sinergi dengan stakeholder sektor ekonomi syariah dari berbagai segmen, seperti MES, IAEI, BAZNAS, Dewan Masjid Indonesia, hingga pesantren.

Sedangkan dari sisi penyaluran pembiayaan, Hery memperkirakan masih akan tetap tumbuh positif, yakni sekitar 7,25 persen pada 2022.

Adapun faktor pendorong dari sisi penyaluran pembiayaan, antara lain pemulihan permintaan dari sektor ritel yang akan tumbuh dengan relaksasi dari masyarakat sudah bisa melakukan perjalanan atau beraktivitas di luar rumah.

“Tentunya sektor ritelnya akan meningkat. Begitu pula dengan sektor industri manufaktur juga akan meningkat,” ujarnya.

Lalu, penyaluran pembiayaan juga didorong dengan fokus pada tujuh sektor pemerintah, seperti kesehatan, sosial, energi, pendidikan, infrastruktur, teknologi informasi, dan pangan yang akan berlanjut 2022.

Selain itu, pertumbuhan industri halal food dan halal cosmetics. Hery mengungkapkan bahwa pertumbuhan halal food dan halal cosmetics telah menunjukkan tren yang positif.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan syariah keuangan syariah Bank Syariah Indonesia
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top