Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BTN dan BNI Bakal Rights Issue di Tahun Macan Air

Rencana rights issue tersebut merupakan bagian dari meningkatkan permodalan BUMN tanpa penyertaan modal dari negara atau PMN.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 06 Desember 2021  |  20:58 WIB
ilustrasi Bank BUMN
ilustrasi Bank BUMN

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan ada dua emiten bank yang melakukan penambahan modal dengan skema rights issue tahun depan.

Menteri BUMN Erick Thohir, dalam Rapat Kerja di Komisi VI DPR, pekan lalu, mengatakan dua emiten bank tersebut adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI).

Erick menuturkan bahwa rights issue ini merupakan bagian dari meningkatkan permodalan BUMN tanpa penyertaan modal dari negara atau PMN. Khusus untuk BBTN, penguatan modal tersebut diharapkan mampu menopang pembiayaan rumah bagi masyarakat.

“Ini halnya kenapa kami coba rights issue agar ada permodalan lebih baik untuk BBTN. BBTN fokus pelayanan pembiayaan kepemilikan rumah untuk masyarakat Indonesia dan melakukan rights issue untuk memperkuat modal,” ujarnya.

Langkah penguatan modal juga akan dilakukan oleh Bank BTN dengan menerbitkan Efek Beragun Aset atau EBA dan obligasi pada tahun depan.

Direktur Finance, Planning, & Treasury Bank BTN, Nofry Rony Poetra mengatakan setiap tahun perseroan aktif menghimpun dana dari pasar modal. Namun, kondisi likuiditas yang cukup positif membuat opsi digeser ke tahun depan.

Tidak hanya itu, Nofry melanjutkan bahwa BBTN juga akan menyasar nasabah ritel pada 2022. Langkah tersebut dilakukan karena perseroan melihat potensi besar pada nasabah ritel yang mulai melirik instrumen investasi selain saham.

“Kami akan melanjutkan proses sekuritisasi pada kuartal pertama pada 2022. Kami akan menyasar tidak hanya nasabah institusional, tapi juga nasabah ritel yang mulai berinvestasi di EBA ritel,” tutur Nofry.

Dia menambahkan strategi tersebut akan digelar untuk menopang target bisnis perseroan pada 2022, terutama dalam rangka pemenuhan kebutuhan hunian di Indonesia.

Adapun, untuk obligasi, Nofry menyatakan bahwa Bank BTN masih akan memantau arah pergerakan dari suku bunga acuan. "Kami akan melakukan penerbitan obligasi sebelum bank sentral menaikkan suku bunga acuan," ujarnya.

Beralih ke BBNI, Erick menyatakan bahwa rights issue akan menjadi bagian dari upaya memperkuat permodalan guna mendorong aktivitas ekspor Indonesia.

Dia menyampaikan saat ini rantai pasok dunia terganggu, kontainer kesulitan, dan beberapa negara melaporkan kekurangan urea untuk industrinya. Oleh karena itu, lanjutnya, dengan memperkuat permodalan BBNI, yang merupakan bank internasional, hal itu diharapkan mampu mengoptimalkan kinerja ekspor dan diaspora di luar negeri.

Pada awal November 2021, BBNI memfasilitasi debitur usaha mikro kecil menengah atau UMKM nasional untuk menembus pasar global. Salah satunya mendorong UMKM lokal masuk ke Al Jaber Gallery di Mall of Dubai.

Sebagai pilot project, perseroan mensponsori 10 pelaku UMKM yang mencakup hingga 30 produk, antara lain sepatu, keramik, fabrik, perhiasan, porselen, tas, dan pajangan rumah untuk dapat dipasarkan di outlet Al Jaber Gallery Dubai Mall.

Direktur Utama Bank BNI Royke Tumilaar menuturkan UMKM merupakan segmen strategis yang perlu didorong pemulihan kinerjanya tahun ini. Untuk itu, BNI terus mencari potensi pertumbuhan bagi debitur UMKM untuk menembus pasar global, seperti di Timur Tengah.

Dia menambahkan BBNI baru saja merampungkan kerja sama dengan Al Jaber Gallery di Dubai Mall. Dengan demikian, langkah ini diharapkan mampu memperbesar cakupan pasar pelaku UMKM ke depannya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btn bni bank bumn rights issue
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top