Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LPS Pastikan 'Kondisi Kritis' Perbankan Sudah Lewat

Sejak Mei 2021, kondisi perbankan mulai membaik dan terus menunjukkan perbaikan lebih lanjut saat memasuki kuartal IV/2021.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 11 Desember 2021  |  10:34 WIB
Karyawan membersihkan logo Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta, Jumat (10/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan membersihkan logo Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta, Jumat (10/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, BANDUNG - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menegaskan kondisi perbankan mulai membaik pada akhir 2021, setelah sebelumnya tertekan oleh kondisi pandemi Covid-19.

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa melihat pemerintah telah memberikan respons kebijakan yang cukup baik untuk menunjang perbankan.

"Perlahan-lahan tekanan berkurang. Kalau kemarin orang takut sehingga uang di bank kecil berkurang, pindah ke bank besar. Lalu bank besar juga nganggur tidak melakukan apapun," paparnya dalam media workshop di Bandung, Sabtu (11/12/2021).

Sejak Mei 2021, menurut Purbaya, kondisi perbankan mulai membaik dan terus menunjukkan perbaikan lebih lanjut saat memasuki kuartal IV/2021.

Menurutnya, saat itu, uang sudah mulai masuk di sistem. "Kalau kita lihat sekarang Bank BUKU II dan III pertumbuhan DPKnya mulai merata dan sama kuatnya," kata Purbaya.

Dengan demikian, tekanan bank dirasakan sudah mulai berkurang secara signifikan. Kondisi ini ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang semakin baik di tahun ini dan akan terus meningkat tahun depan.

Sebelumnya, LPS memproyeksikan penyaluran kredit masih akan tumbuh, meski terbatas dalam beberapa bulan ke depan. Pertumbuhan ini ditopang oleh aktivitas ekonomi yang mulai pulih.

Dalam ringkasan laporan likuiditas pada Minggu (31/10/2021), likuiditas perbankan terpantau masih cukup longgar meskipun terdapat indikasi permintaan kredit yang mulai meningkat di tengah pemulihan ekonomi.

Di sisi lain, LPS mencatat bahwa perbankan masih perlu mengantisipasi risiko kredit, meskipun relaksasi kredit masih diperpanjang hingga Maret 2023.

“Pemulihan intermediasi perbankan diperkirakan akan terjadi secara gradual dipengaruhi laju pemulihan ekonomi dan keyakinan korporasi untuk melakukan investasi,” tulis LPS dalam laporan.

Di sisi lain, pertumbuhan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) akan cenderung melambat ke single digit. Pertumbuhan ini didorong oleh perilaku deposan individual dan deposan korporasi yang cederung mulai melakukan konsumsi dan investasi.

Purbaya yakin penurunan DPK akan terus berlanjut di November 2021. Dia memastikan hal ini menjadi pertanda baik seiring dengan perbaikan ekonomi.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan lps
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top