Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Riset Amartha: Mitra Borrower 'Emak-Emak' Berperan Besar Buat Ekonomi Perdesaan

Hasil riset Sustainability & Accountability Report Amartha membuktikan para borrower yang merupakan mitra binaan mampu ikut berperan bagi perekonomian desa soal penciptaan lapangan kerja.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 21 Desember 2021  |  17:47 WIB
Riset Amartha: Mitra Borrower 'Emak-Emak' Berperan Besar Buat Ekonomi Perdesaan
Amartha finance - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemain fintech peer-to-peer (P2P) lending klaster produktif PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) mengungkap riset terkait pengaruh kegiatan usaha para mitra peminjam (borrower) 'emak-emak' untuk perekonomian di perdesaan.

Sebagai informasi, Amartha merupakan fintech P2P lending yang fokus menjadi penghubung para pendana (lender) untuk menyalurkan pinjaman berkelompok untuk kaum ibu pelaku UKM di wilayah perdesaan Tanah Air.

Katrina Inandia, Head of Sustainability Amartha, menjelaskan bahwa sesuai hasil riset Sustainability & Accountability Report Amartha, para borrower yang merupakan mitra binaan terbukti mampu ikut berperan bagi perekonomian desa soal penciptaan lapangan kerja.

"Mitra Amartha menyerap sebanyak 87.000 pekerjaan informal dan 75 persen pekerja tersebut merupakan perempuan, sehingga dampaknya berlipat ganda. Ini membuktikan bahwa perempuan sejatinya mampu menyejahterakan perempuan lain di sekitarnya," ujarnya dalam pemaparan hasil riset yang bertepatan dengan momen Hari Ibu, Selasa (21/12/2021).

Selain itu, sebanyak 97,9 persen Ibu mitra binaan mampu menyekolahkan anak-anaknya, termasuk anak perempuan, setelah bergabung di Amartha. Harapannya, memberikan dampak nyata bahwa anak perempuan di perdesaan kini mulai bisa mengenyam pendidikan yang setara dengan anak laki-laki.

Adapun, sebagai P2P lending yang sekaligus memberikan pendampingan usaha bagi para mitra, hasilnya membuat para Ibu tetap dapat meningkatkan pendapatannya walau mendapat tantangan pandemi Covid-19.

Amartha mencatat, dalam kondisi pandemi ini, mitra binaan tetap mengalami peningkatan penghasilan sebesar 10 persen, di saat pelaku usaha lain mengalami penurunan yang signifikan. Di waktu normal, mitra binaan Amartha dapat meningkatkan pendapatannya dari 200 persen hingga 700 persen dalam satu tahun.

Hingga saat ini, lebih dari 900.000 perempuan telah bergabung sebagai mitra Amartha dan ditargetkan dapat menembus satu juta mitra di akhir tahun 2021 ini. Amartha juga memiliki rangkaian program edukasi literasi keuangan yang diikuti oleh mitra binaan.

"Peranan Amartha tidak hanya sampai di penyaluran modal usaha saja, namun kami juga memberikan edukasi keuangan dan bimbingan kewirausahaan. Lebih dari 103.000 mitra telah mendapatkan edukasi literasi keuangan, dan 25 persen di antaranya telah mempraktikkan kebiasaan pencatatan keuangan keluarga," jelasnya.

Hasilnya pun terlihat, di mana para Mitra yang mendapatkan pendampingan lebih mampu menambah aset, seperti merenovasi rumah dan membeli kendaraan bermotor. Padahal sebelumnya, para Ibu pelaku UKM ini tampak cukup kesulitan mengatur keuangan apalagi memiliki resolusi keuangan.

Artinya, para Ibu tidak menikmati sendiri penghasilannya, karena sebagian besar pendapatan disalurkan untuk kepentingan keluarga, seperti merenovasi rumah, memenuhi kebutuhan anak, dan membantu suami untuk lebih sejahtera.

"Kami yakin bahwa memberdayakan perempuan dapat menghasilkan dampak yang berlipat ganda. Perempuan memiliki komitmen tinggi untuk keluarganya. Secara kultur pun, di Indonesia laki-laki umumnya sudah memiliki pekerjaan karena berperan sebagai pencari nafkah. Dengan memberdayakan perempuan, maka keluarga berpotensi memperoleh pendapatan ganda dan lebih sejahtera," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembiayaan fintech Teknologi Finansial P2P lending
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top