Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank JTrust Indonesia (BCIC) Mau Rights Issue, Terbitkan 9 Miliar Saham Baru

Langkah itu berdasarkan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan, yang telah digelar pada 17 Desember 2021.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 23 Desember 2021  |  19:25 WIB
Ilustrasi situs Jtrust Bank - jtrustbank.co.id
Ilustrasi situs Jtrust Bank - jtrustbank.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank JTrust Indonesia Tbk. (BCIC) berencana melakukan aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue sebanyak 9,05 miliar saham.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Rabu (22/12/2021), langkah itu berdasarkan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan, yang telah digelar pada 17 Desember 2021.

“Perseroan juga akan melakukan aksi PMHMETD berikutnya dengan jumlah saham yang ditawarkan sebanyak-banyaknya 9,05 miliar saham seri C dengan nilai nominal Rp100,” tulis penjelasan manajemen perseroan.

Perseroan menyatakan rights issue akan ditawarkan dengan harga yang bakal ditetapkan dan diumumkan kemudian sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Rencana penambahan modal tersebut tak terlepas dari pemenuhan POJK No.12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum, yang mewajibkan bank memenuhi modal inti minimum sebesar Rp2 triliun pada 31 Desember 2021.

Direktur Utama Bank JTrust, Ritsuo Fukadai mengatakan, J Trust Co., Ltd. sebagai Pemegang Saham Pengendali Perseroan berkomitmen untuk memenuhi ketentuan modal inti minimum bank pada akhir 2021.

Tak cuma itu, J Trust Co., Ltd berkomitmen memperkuat struktur permodalan untuk mendukung Bank JTrust mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan, serta mencapai pembangunan berkelanjutan untuk mendukung keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup.

Di sisi lain, manajemen menyatakan pandemi Covid-19 telah berdampak terhadap kinerja perseroan terutama pada sisi profitabilitas. Dampak tersebut salah satunya disebabkan oleh penyaluran kredit yang masih relatif terbatas di tengah pandemi.

Selain itu, perseroan menjelaskan terdapat peningkatan terhadap permintaan restrukturisasi kredit dari debitur yang terkena dampak pandemi Covid-19. Adapun sektor yang mengalami lonjakan restrukturisasi khususnya terjadi pada sektor riil.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rupslb bank jtrust indonesia emiten bank rights issue
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top