Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penuhi PP, Pemerintah Alihkan 5,49 Miliar Saham BRI ke Indonesia Investment Authority

Tujuan dari transaksi ini adalah pemenuhan PP 74/2020 dan PP 111/2021.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 24 Desember 2021  |  21:15 WIB
Gedung BRI - Istimewa
Gedung BRI - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia mengalihkan sebagian saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang dimiliki kepada Lembaga Pengelola Investasi (Indonesia Investment Authority).

Dalam keterbukaan informasi BRI kepada BEI pada Jumat (24/12/2021), disampaikan jumlah saham yang dialihkan sebanyak 5,49 miliar saham seri B dengan harga Rp4.061 per saham berdasarkan KMK 515/2021.

Sebelum transaksi tersebut, porsi saham Seri B BBRI yang dimiliki pemerintah sebanyak 86,10 miliar saham atau 56,82 persen dan saham seri A sebanyak 1 saham.

Setelah transaksi, saham Seri A yang digenggam pemerintah sebanyak 1 saham dan saham seri B sebanyak 80,61 miliar atau sebesar 53,19 persen. "Tanggal transaksi 23 Desember 2021," tulis manajemen BRI.

Tujuan dari transaksi ini adalah pemenuhan PP 74/2020 dan PP 111/2021. Sebagai informasi PP 74/2020 merupakan aturan mengenai Lembaga Pengelola Investasi. Sementara, PP 111/2021 berisi tentang penambahan penyertaan modal negara ke dalam modal Lembaga Pengelola Investasi.

Tidak hanya saham BBRI, pemerintah juga mengalihkan sebagian saham yang dimiliki di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI).

Jumlah saham yang dialihkan sebanyak 3,77 miliar saham seri B dengan harga pengalihan per saham Rp6.073 atau harga berdasarkan KMK 515/2021.

Transaksi tersebut dilakukan pada 23 Desember 2021. Dengan pengalihan saham ini, Indonesia Investment Authority pun menjadi pemegang saham Bank Mandiri dengan porsi kepemilikan sebesar 8 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bri bank bumn saham bank Indonesia Investment Authority
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top