Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kaleidoskop 2021: Drama Pinjol Ilegal sampai Debt Collector Nakal

Angin segar multifinance sampai maraknya akuisisi.
1

Januari hingga April 2021

Multifinance - Istimewa
Multifinance - Istimewa
Bagikan

Januari 2021 - Sebagian Multifinance Masuki Fase Krisis

Pada awal tahun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) divisi Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) telah menebak bahwa dari 180 pelaku usaha multifinance, setidaknya ada 45 perusahaan akan berada dalam fase krisis.

Sebagian multifinance ini keluar dari status perusahaan sehat, bukan hanya karena terdampak pandemi Covid-19, namun juga karena belum mampu menemukan partner atau investor yang tepat untuk memenuhi ketentuan modal minimal atau ekuitasnya masih di bawah Rp100 miliar.

Terbukti, sampai akhir 2021, total pelaku usaha multifinance tinggal 164 perusahaan jelang penghujung tahun ini. Sementara multifinance yang masih dalam pengawasan OJK, jumlahnya tinggal 17 perusahaan.

Februari 2021 - Kredit Macet Multifinance Membaik

Kabar baik pemulihan kinerja indikator keuangan industri multifinance semakin kuat di sepanjang periode kuartal I/2021, dengan non-performing financing (NPF) mulai menyentuh kisaran 3 persen. Sebelumnya, pandemi membawa NPF multifinance selalu berada di atas 4 persen selama 2020, bahkan sempat menembus rekor 5 tahun terakhir di 5,6 persen.

Walaupun pada periode pandemi Covid-19 'Jilid II' kinerja NPF keseluruhan sempat naik lagi, namun tidak pernah signifikan membebani para pelaku industri. Menandakan strategi selektif berhasil membawa kualitas aset para pemain menjadi lebih baik. Selain itu, hal ini juga mengindikasikan program restrukturisasi pembiayaan masih berjalan lancar.

Maret 2021 - Angin Segar dari Diskon Pajak

Kebijakan pajak barang mewah (PPnBM) ditanggung pemerintah yang membuat sebagian mobil baru yang masuk kriteria menjadi turun harga, membawa harapan buat multifinance. Mayoritas pemain mengakui kebijakan ini signifikan mendorong kinerja pembiayaan baru sepanjang tahun ini.

Terkini, berdasarkan data terbaru OJK sampai Oktober 2021, kebijakan ini pun nyata membawa tren outstanding mobil baru sejak Maret 2021 terbilang stabil di kisaran Rp109 triliun, bahkan sudah lebih baik dari nominal outstanding sebelum diskon PPnBM diterapkan.

Artinya, walaupun nantinya belum bisa membawa nominal outstanding mobil baru keluar dari koreksi secara tahunan, setidaknya kebijakan ini telah menghindarkan pelaku industri multifinance dari keterpurukan akibat aset pembiayaannya anjlok semakin dalam.

April 2021 - Akuisisi Multifinance & Fintech P2P Lending Dimulai

Berdasarkan catatan Bisnis, dua aksi akuisisi mencolok yang melibatkan multifinance dan fintech P2P lending terjadi pada periode ini.

Pertama, platform kredit digital di sektor fashion & lifestyle Atome Financial resmi menjadi penyedia bayar tunda alias paylater di Indonesia lewat langkah mengakuisisi multifinance PT Mega Finadana Finance, dan mengubah namanya menjadi PT Atome Finance Indonesia.

Kedua, platform fintech pembayaran dan dompet digital pelat merah, LinkAja besutan PT Fintek Karya Nusantara resmi mengakuisisi fintech peer-to-peer (P2P) lending PT iGrow Resources Indonesia (iGrow) untuk ikut menyediakan layanan pinjaman produktif buat para merchant di ekosistem digital miliknya.

Beberapa pihak menebak aksi serupa bakal lebih marak ke depan, terutama dari para big-tech layanan digital yang belum memiliki layanan finansial. Hal ini menilik bisnis pembiayaan menyimpan potensi 'cuan' jangka pendek-menengah yang paling mudah dan masuk akal.

2 dari 4 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance P2P lending kaleidoskop 2021
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bagikan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top