Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tersulut Allo Bank (BBHI), Saham Bank Mega (MEGA) Melesat 10,86 Persen

Berdasarkan data RTI, saham Bank Mega melesat 10,86 persen ke level Rp9.700 per saham. Sepanjang perdagangan hari ini, saham MEGA bergerak di rentang Rp8.750-Rp9.950.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 11 Januari 2022  |  19:19 WIB
Logo CT Corpora di salah satu sudut Menara Bank Mega, Jakarta Selatan.  - CTCorp
Logo CT Corpora di salah satu sudut Menara Bank Mega, Jakarta Selatan. - CTCorp

Bisnis.com, JAKARTA – Saham PT Bank Mega Tbk. (MEGA), entitas usaha milik CT Corp, mengalami peningkatan signifikan setelah taipan Chairul Tanjung memaparkan rencana aksi PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) pada hari ini, Selasa (11/1/2022).

Sentimen ini kemudian menyulut pergerakan saham dari MEGA pada penutupan perdagangan hari ini. Berdasarkan data RTI, saham Bank Mega melesat 10,86 persen ke level Rp9.700 per saham. Sepanjang perdagangan, saham MEGA bergerak di rentang Rp8.750 – Rp9.950.

Adapun, total saham yang diperdagangkan tercatat sekitar 198.300.000 saham dengan nilai turnover mencapai Rp1,8 miliar. Kapitalisasi pasar Bank Mega, hingga Selasa (11/1/2022) mencapai Rp67,55 triliun.

Mega Corpora, selaku induk perusahaan Bank Mega, merupakan pemilik 90 persen saham Allo Bank. Emiten bank bersandi BBHI ini diketahui akan menerbitkan 10,04 miliar saham biasa atas nama bernominal Rp100 per saham. Harga pelaksanaan rights issue ditetapkan Rp478 per saham.

Dalam prospektusnya, Mega Corpora hanya akan menyerap 2,71 miliar lembar saham atau setara 30 persen dari keseluruhan haknya. Adapun, sisanya dialihkan ke 6 investor strategis, di antaranya Bukalapak dan Group Salim.

PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) dalam penandatanganan perjanjian pada pengalihan rights issue pada 24 Desember 2021 menyatakan bakal menyerap 2,49 miliar saham atau 11,49 persen dari total saham Allo Bank.

Selain Bukalapak, entitas lain yang akan menyerap rights issue BBHI adalah Abadi Investment Pte. Ltd. sebanyak 1,52 miliar saham, dan Grup Salim melalui PT Indolife Investama Perkasa akan merengkuh 1,3 miliar saham.

Selain itu, ada juga H Holdings Inc. sebanyak 448,74 juta saham, Trusty Cars Pte. Ltd sebanyak 150 juta saham, dan PT CT Corpora sebanyak 408,31 juta saham Allo Bank.

BBHI menjadwalkan periode perdagangan di Bursa Efek Indonesia yang dilaksanakan selama 5 hari kerja, terhitung mulai 13 Januari 2022 hingga 19 Januari 2022. Artinya, HMETD yang tidak dilaksanakan hingga tanggal akhir periode tersebut dinyatakan tidak berlaku lagi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan bank mega Allo Bank
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top