Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mandiri Tunas Finance Tetap Bidik Kredit Tumbuh Dua Digit di 2022

Mandiri Tunas Finance optimis mampu mengejar pembiayaan baru mencapai Rp24 triliun pada tahun ini.
Karyawan melayani nasabah di Kantor Mandiri Tunas Finance, Jakarta, Jumat (25/9/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melayani nasabah di Kantor Mandiri Tunas Finance, Jakarta, Jumat (25/9/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan pembiayaan PT Mandiri Tunas Finance (MTF) tetap optimistis mampu menjawab tantangan pembiayaan sepanjang 2022 dengan berani membidik pertumbuhan dua digit.

Direktur Sales & Distribusi MTF William Francis menjelaskan hal ini menilik tercapainya proyeksi pembiayaan baru (booking) pada 2021 lalu yang notabene juga masih penuh dengan tantangan, yaitu naik 22 persen (year-on-year/yoy). 

Sekadar informasi, pada periode 2020 multifinance anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. alias BMRI (51 persen) dan PT Tunas Ridean Tbk. alias TURI (49 persen) ini, harus puas hanya menyalurkan Rp16,74 triliun karena dampak pandemi Covid-19.

"Tahun lalu dari target booking menyentuh Rp20 triliun, kami berhasil melampaui walaupun sedikit ke Rp20,5 triliun. Tahun ini kami akan mencoba mengejar ke Rp24 triliun, tetap konservatif dan masih sedikit demi sedikit mengejar periode 2019," ujarnya kepada Bisnis, Minggu (16/1/2022). 

Lewat target ini, artinya MTF masih membidik pertumbuhan 17 persen (yoy). MTF baru membidik mampu mencapai kinerja booking pada periode 2019 sebesar Rp28,78 triliun pada tahun depan. 

Adapun, William menjelaskan tantangan yang akan dihadapi pada tahun ini, antara lain berkurangnya minat pembelian mobil baru akibat hilangnya insentif diskon pajak barang mewah (PPnBM) ditanggung pemerintah, dan terganggunya daya beli masyarakat akibat lonjakan kasus Covid-19 varian terbaru. 

Padahal, MTF sendiri selalu memasang porsi pembiayaan mobil mencapai 80 persen dari total booking, sisanya 20 persen buat segmen fleet seperti alat berat, kendaraan komersial, atau mobil operasional kantor.

"Kekhawatiran kami hilangnya diskon PPnBM akan mengurangi minat pembelian mobil baru. Maka, harapan kami insentif tetap diperpanjang supaya momentum kenaikan penjualan mobil baru tetap berjalan dengan baik di tahun ini," ungkapnya. 

Namun, MTF akan mengakali tantangan ini dengan mengambil momentum bakal larisnya jenis mobil rendah emisi, hemat bahan bakar, bahkan yang berbasis listrik. MTF pun sudah sering mengakomodasi kendaraan berbasis listrik mulai dari jenis hybrid, plug-in hybrid (PHEV), serta full electric battery, walaupun terbilang baru sanggup dilirik nasabah kalangan menengah ke atas.

Tahun ini MTF juga akan fokus mengejar optimalisasi teknologi untuk mempermudah proses serta layanan buat nasabah, terutama untuk menarik lebih banyak segmen nasabah muda. Selain itu, MTF akan memperkuat integrasi dengan rekanan, seperti dealer, perbankan, agen pemegang merek (APM), dan mitra bisnis lainnya, untuk mempertahankan daya saing di seluruh sektor pembiayaan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Aziz Rahardyan
Editor : Azizah Nur Alfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper