Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Kecil Ramai Rights Issue, Begini Kata Pengamat

Bank kecil dengan kinerja baik memiliki peluang untuk mendulang tambahan modal melalui rights issue guna memenuhi kewajiban modal inti Rp3 triliun pada akhir 2022.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 24 Maret 2022  |  07:10 WIB
Pengunjung beraktivitas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung beraktivitas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Peluang bank-bank kecil dalam memenuhi kewajiban modal inti pada tahun ini melalui skema rights issue bergantung pada kinerja yang mereka miliki. Makin baik kinerja, maka peluang untuk mendulang tambahan modal melalui rights issue makin terbuka.

Untuk diketahui, rights Issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) adalah hak yang diperoleh para pemegang saham yang namanya telah terdaftar dalam daftar pemegang saham suatu perseroan terbatas, untuk menerima penawaran terlebih dahulu apabila perusahaan sedang menjalani proses emisi atau pengeluaran saham-saham dari saham simpanan.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah mengatakan peluang bank-bank kecil untuk memenuhi kewajiban modalnya pada tahun ini berbeda-beda. Sangat bergantung pada kinerja bank - bank itu sendiri.

"Bank-bank yang kinerjanya baik yang tercermin pada kapitalisasi dan harga saham yang terus tumbuh membaik akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan investor di pasar modal,” kata Piter, Rabu (23/3/2022).

Adapun, lanjutnya, bank-bank yang kinerja sahamnya selama ini tidak cukup baik dengan harga yang stagnan, kapitalisasi yang rendah, akan sulit mendulang tambahan modal.

Sekadar informasi, tahun ini merupakan tenggat akhir perihal kewajiban bank dalam pemenuhan modal inti sebesar Rp3 triliun.

Sejumlah bank seperti PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk. (BJBR), PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) dan PT Bank Ganesha Tbk. (BGTG), telah melakukan rights issue. Beberapa bank lainnya masih dalam proses.

Sementara itu Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin mengatakan untuk rights issue membutuhkan persiapan sekitar 3-6 bulan. Jika hal tersebut telah dilakukan, maka paling cepat bank dapat melakukan rights issue pada kuartal III/2022 atau semester II/2022.

“Hasil dari rights issue tersebut akan digunakan untuk banyak hal namun paling utama adalah untuk menambah modal karena untuk mempertahankan CAR,” kata Amin.

Dana yang dihimpun, sambungnya. juga kemungkinan digunakan untuk meningkatkan aset dan memberikan kredit yang bagus.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank kecil modal inti rights issue
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top