Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bos Maybank (BNII) Ungkap Resep Laba Rp1,6 Triliun pada 2021, Naik 30 Persen

Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria menjelaskan laba pada 2021 didukung oleh efisiensi pada biaya bunga dan biaya overhead, kinerja positif Unit Usaha Syariah (UUS), dan biaya provisi yang rendah.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 25 Maret 2022  |  21:17 WIB
Direktur Utama PT Bank Maybank Indonesia Tbk. Taswin Zakaria (dalam layar) memberikan pemaparan dalam Banking Outlook 2021 secara webinar di Jakarta, Selasa (7/9/2021). Bisnis Indonesia menggelar Banking Outlook 2021 bertajuk The Emerging Era of Digital Banking: Are You Ready. Bisnis - Himawan L Nugraha
Direktur Utama PT Bank Maybank Indonesia Tbk. Taswin Zakaria (dalam layar) memberikan pemaparan dalam Banking Outlook 2021 secara webinar di Jakarta, Selasa (7/9/2021). Bisnis Indonesia menggelar Banking Outlook 2021 bertajuk The Emerging Era of Digital Banking: Are You Ready. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) membukukan laba bersih sebesar 29,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp1,64 triliun di 2021.

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakaria menjelaskan laba tersebut utamanya didukung oleh efisiensi pada biaya bunga dan biaya overhead, kinerja positif Unit Usaha Syariah (UUS), dan biaya provisi yang rendah.

Taswin mengatakan perseroan menempuh langkah konservatif dan secara proaktif mencadangkan provisi pada portofolio di seluruh segmen bisnis sejak 2020, serta aktif mendampingi debitur yang masih menghadapi tantangan dengan menerapkan program restrukturisasi kredit demi menjaga kualitas aset perseroan.

“Kedua upaya tersebut telah berkontribusi kepada penurunan biaya provisi sebesar 25,8 persen menjadi Rp1,54 triliun,” ujar Taswin dalam Paparan Publik di Jakarta, Jumat (25/3/2022).

Selanjutnya, emiten bersandi saham BNII mampu mengendalikan biaya overhead secara efektif sehingga turun sebesar 4,2 persen yoy menjadi Rp5,47 triliun pada Desember 2021.

Adapun, NIM membaik menjadi 4,69 persen didukung oleh turunnya biaya dana (cost of funds) dan pertumbuhan CASA yang kuat.

Total simpanan nasabah turun 0,1 persen yoy menjadi Rp114,9 triliun, tetapi bertumbuh 12,8 persen secara kuartalan.

Taswin mengungkapkan pencapaian ini sejalan strategi perseroan untuk mempertahankan likuiditas yang kuat dan pendanaan yang efisien dengan mengurangi simpanan berbiaya tinggi, serta mengoptimalkan layanan perbankan digital Maybank Indonesia untuk menghimpun simpanan nasabah.

Dana murah atau CASA tumbuh 18,5 persen yoy menjadi Rp54,26 triliun pada Desember 2021 dari Rp45,79 triliun pada periode yang sama 2020.

Sementara itu, kredit mengalami penurunan 3,3 persen yoy menjadi Rp101,8 triliun. Namun, segmen kredit perbankan ritel tumbuh 1,4 persen yoy menjadi Rp35 triliun, sedangkan kredit Community Financial Services (CFS) turun 5,4 persen yoy menjadi Rp66,8 triliun.

Meski total kredit segmen CFS turun secara tahunan, tetapi tumbuh positif sebesar 2,4 persen secara kuartalan, ditopang pertumbuhan kredit CFS Non-Ritel dan CFS Ritel.

“Kredit CFS Non-Ritel mengalami penurunan 11,6 persen secara tahunan, tetapi tumbuh 1,3 persen secara kuartalan,” imbuhnya.

Sama halnya dengan kinerja kredit segmen CFS Ritel yang tumbuh 3,4 persen secara kuartalan di seluruh lini bisnis di segmen tersebut.

Lalu, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) terus bertumbuh positif sebesar 9,0 persen yoy dan 3,1 persen secara kuartalan menjadi Rp15,28 triliun di 2021, yang sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan kredit di segmen CFS Ritel.

Indikator likuiditas Maybank Indonesia tercatat sehat, dengan rasio kredit terhadap simpanan/Loan to Deposit Ratio (LDR Bank saja) tercatat pada level 76,3 persen.

Rasio Kewajiban Pemenuhan Kecukupan Likuiditas/Liquidity Coverage Ratio (LCR Bank saja) tercatat sebesar 183,2 persen pada Desember 2021.

Dari sisi total aset, perseroan mengalami penurunan 2,6 persen yoy menjadi Rp168,8 triliun. Sementara itu, posisi permodalan tetap kuat dengan Rasio Kecukupan Modal/Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sebesar 26,91 persen pada Desember 2021, dibandingkan 24,3 persen pada tahun sebelumnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan maybank Kinerja Emiten Maybank Indonesia
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top