Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OVO Invest Tembus 1 Juta Pengguna, Bukti Antusiasme dan Kepercayaan Investor

Menurut OVO, salah satu faktor pendukung pertumbuhan positif ini karena semakin gencarnya edukasi yang dilakukan berbagai pihak, baik industri maupun pemerintah, dalam membangun kesadaran berinvestasi sejak dini.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 29 Maret 2022  |  22:17 WIB
OVO Invest Tembus 1 Juta Pengguna, Bukti Antusiasme dan Kepercayaan Investor
Warga melakukan transaksi melalui aplikasi OVO di Jakarta, Minggu (16/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Platform dompet digital dan layanan finansial OVO (PT Visionet Internasional) mencatatkan kinerja positif terkait jumlah pengguna OVO | Invest, fitur pembelian produk reksa dana terintegrasi dalam aplikasi OVO.

David Sondakh, Senior Vice President Investments OVO mengungkap bahwa investor terdaftar OVO | Invest kini telah mencapai 1 juta investor, atau setidaknya 15 persen dari total jumlah investor reksa dana di Indonesia.

Menurut David, salah satu faktor pendukung pertumbuhan positif ini karena semakin gencarnya edukasi yang dilakukan berbagai pihak, baik industri maupun pemerintah, dalam membangun kesadaran berinvestasi sejak dini.

OVO sendiri terus menggaungkan edukasi dari sisi kemudahan membeli reksa dana lewat platform digital terpercaya, serta memperkenalkan bahwa produk reksa dana di era masa kini sudah bisa dinikmati dengan nilai investasi minimal yang rendah.

"Berinvestasi melalui OVO | Invest bisa dilakukan mulai dari hanya Rp10.000. Hal ini menampik stigma yang selama ini ada di masyarakat bahwa berinvestasi memerlukan dana yang besar," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (29/3/2022).

David menjelaskan bahwa animo berinvestasi di instrumen pasar modal dari masyarakat tengah moncer. Tercermin lewat jumlah investor reksa dana yang melesat dari 3,17 juta investor pada Desember 2020 menjadi 7,49 juta investor pada Februari 2022.

Namun, masih ada tantangan dari tingkat inklusi di jasa keuangan sektor pasar modal masih rendah hanya di kisaran 1,55 persen. Hal ini juga tercermin dari masih rendahnya keyakinan masyarakat terhadap lembaga jasa keuangan di sektor pasar modal yang hanya mencapai 1,24 persen.

"Di tengah situasi yang menantang khususnya bagi perusahaan penyedia layanan keuangan investasi digital dalam hal mendapatkan dan mempertahankan kepercayaan investor, OVO melalui layanan OVO | Invest bangga dipercaya oleh lebih dari satu juta investor reksa dana Indonesia," tambahnya.

Ke depan, OVO bersama seluruh mitra dan pemangku kepentingan akan terus mengedukasi masyarakat secara konsisten mengenai pentingnya berinvestasi sejak dini, namun tetap bijak dalam melakukan transaksi keuangan.

Sebagai informasi, layanan dan fitur OVO | Invest merupakan hasil kolaborasi dengan Bareksa, pioneer Super App Investasi, berlisensi APERD (Agen Penjual Reksa Dana) dalam menawarkan berbagai produk reksa dana, mulai dari pendapatan tetap, pasar uang, baik yang berbasis konvensional maupun syariah, dan yang terbaru reksa dana saham/ekuitas.

Masing-masing dari produk reksa dana ini dikelola oleh manajer investasi terkemuka di Indonesia, mulai dari Manulife Aset Manajemen Indonesia, Syailendra Capital, Bahana TCW Investment Management hingga Eastspring Indonesia, yang semuanya terkenal sebagai manajer investasi yang sangat kredibel dan memiliki izin resmi dari OJK.

Chief Operating Officer Bareksa, Ni Putu Kurniasari mengapresiasi pencapaian ini sebagai keberhasilan dari upaya sinergi ekosistem antara platform e-investasi dan e-money.

"Sehingga bisa menjangkau masyarakat lebih luas serta meningkatkan inklusi keuangan nasional. Pada akhirnya, kolaborasi ini sangat positif dan diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia," ungkapnya.

Terakhir, OVO dan Bareksa mengimbau masyarakat tetap bijak dalam memilih produk investasi yang sangat beragam pilihannya saat ini. Pengguna diharapkan tidak mudah tergiur dalam memilih produk investasi yang semata-mata hanya menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat.

Selain itu, pengguna juga harus memastikan apakah produk investasi tersebut memiliki izin dari otoritas yang berwenang di Indonesia sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan.

Sebagai upaya memastikan legalitas perusahaan fintech, masyarakat dapat mengakses  www.cekfintech.id - situs yang dihadirkan pemerintah bersama Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) yang memungkinkan masyarakat untuk melakukan pengecekan rekening sebelum bertransaksi dengan fintech, serta memperoleh informasi edukasi literasi keuangan digital.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fintech ovo
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top