Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BCA (BBCA) Guyur Kredit Rp2,7 Triliun ke Anak Usaha Indonet (EDGE)

Kerja sama antara BCA dan anak usaha Indonet (EDGE) merupakan momentum yang baik untuk mendukung pembangunan infrastruktur digital di Indonesia, terutama terkait dengan pembangunan data center. 
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 29 Maret 2022  |  15:22 WIB
Ilustrasi data center.  - Flickr
Ilustrasi data center. - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mengucurkan fasilitas kredit sebesar Rp2,7 triliun dan kredit modal kerja hingga Rp100 miliar kepada PT Ekagrata Data Gemilang atau Edge DC, anak perusahaan PT Indointernet Tbk. (EDGE). 

Edge DC merupakan entitas dengan fokus bisnis pada carrier-neutral data center, yang terletak di dekat pusat kota guna menjawab kebutuhan pelanggan terhadap akses data dengan latensi rendah. 

Perusahaan saat ini juga tengah menyelesaikan pengembangan EDGE1 berkapasitas IT Load 6 Megawatt. Meski baru beroperasi secara komersial pada Januari 2021, EDGE1 telah memperoleh kontrak sekitar 60 persen dari total kapasitas. 

Untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan data center di pusat kota yang lebih tinggi, EDGE DC secara aktif mengembangkan peluang lokasi data center lainnya sebagai bagian dari kelanjutan ekspansi perusahaan. 

“Pembiayaan yang kami berikan kepada EDGE DC meliputi pembiayaan atas penyelesaian pengembangan EDGE1 dan juga atas rencana pembangunan di lokasi selanjutnya,” ujar Direktur BCA Rudy Susanto, dalam siaran pers, Selasa (29/3/2022). 

Menurut Rudy, kerja sama antara BCA dan EDGE DC merupakan momentum yang baik untuk mendukung pembangunan infrastruktur digital di Indonesia, terutama terkait dengan pembangunan data center. 

Direktur EDGE DC Den Tossi Ishak menyambut baik kepercayaan dan dukungan dari BCA. Dia menyatakan rencana ekspansi pembangunan data center kedua EDGE menunjukan keseriusan perusahaan dalam mendukung pertumbuhan infrastruktur IT di Indonesia. 

Sementara itu, Komisaris EDGE DC Toto Sugiri menuturkan industri data center menjadi sorotan saat ini. Dia mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan data center tercepat di Asia, dengan proyeksi pangsa pasar mencapai US$618 pada 2025. 

“Permintaan data center diperkirakan akan melebihi suplai yang ada karena meningkatnya permintaan layanan berbasis cloud, big data analytic, dan Internet of Things [IoT],” tuturnya. 

Dia melanjutkan bahwa kondisi itu akan menyebabkan end-users menuntut akses di mana saja dan kapan saja ke berbagai platform aplikasi, layanan, dan data yang disimpan di data center dengan cepat. Oleh sebab itu, latensi tidak lagi dapat ditoleransi. 

Kerja sama yang terjalin antara BCA dan EDGE DC akan memfasilitasi berbagai keperluan untuk perluasan data center yang berada di pusat kota Jakarta, 

Sebagai informasi, Indonet (EDGE) sebagai perusahaan induk EDGE DC diketahui telah bertransformasi menjadi digital business enabler dengan menyediakan layanan infrastruktur digital, antara lain multikonektivitas, cloud, dan data center. Sejak Juni 2021, Digital Edge Ltd (Hong Kong) telah resmi menjadi pemegang saham mayoritas Indonet.  

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca bbca kredit korporasi Indointernet
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top