Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mandiri Utama Finance Akui Tren Pembiayaan di Kuartal II/2022 Bakal Menantang

Pembiayaan kendaraan pada kuartal II/2022 menghadapi beberapa sentimen negatif, di antaranya mulai berlakunya tarif PPN 11 persen hingga berkurangnya besaran insentif PPnBM.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 05 April 2022  |  20:00 WIB
Nasabah Mandiri Utama Finance - muf.co.id
Nasabah Mandiri Utama Finance - muf.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan pembiayaan PT Mandiri Utama Finance (MUF) mengakui bahwa tren pembiayaan kendaraan pada kuartal II/2022 bakal sulit diprediksi karena munculnya beberapa sentimen negatif dalam waktu bersamaan.

Sebagai informasi, hal ini seiring mulai berlakunya tarif pajak pertambahan nilai (PPN) 11 persen, serta berkurangnya besaran insentif pajak barang mewah (PPnBM) untuk beberapa jenis mobil baru secara bertahap. Belum lagi ditambah naiknya harga beberapa BBM nonsubsidi dan potensi lonjakan inflasi yang bisa menekan daya beli calon konsumen.

"Diskon PPnBM sudah turun bertahap, ditambah dengan kenaikan bahan bakar jenis Pertamax, tentu diprediksi akan tetap menekan daya beli masyarakat. Namun, prediksinya baru mempengaruhi market mulai Mei sampai Juni 2022," ujar Direktur Utama MUF Stanley Setia Atmadja kepada Bisnis, Selasa (5/4/2022).

Kendati demikian, Stanley mengaku pihaknya masih belum menurunkan ekspektasi optimistis dalam mengejar pertumbuhan penyaluran pembiayaan (booking). Terutama menilik tren moncernya permintaan di awal tahun, serta potensi lonjakan penjualan kendaraan jelang momen lebaran.

"MUF saat ini sampai Maret 2022 sudah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp3,7 triliun, momen Ramadan dan Lebaran ini kami masih optimistis membuat booking April akan 20 persen sampai 30 persen lebih tinggi dari bulan lalu," tambahnya.

Sebagai gambaran, akumulasi booking MUF sepanjang tahun lalu tumbuh hingga 97 persen (year-on-year/yoy) dari tahun sebelumnya, tepatnya dari Rp5,8 triliun pada 2020 menjadi Rp11,6 triliun pada tutup buku 2021.

Tahun ini, MUF masih mencoba membidik pembiayaan baru senilai Rp12,3 triliun, dengan porsi 55 persen untuk mobil dan motor baru, kemudian 45 persen untuk kendaraan bekas. Dengan kata lain, rata-rata penyaluran pembiayaan bulanan MUF harus menyentuh Rp1,02 triliun.

"Kami masih optimistis karena kinerja kuartal I/2022 kemarin realisasinya baik, ditambah prospek pembiayaan kendaraan di April 2022 ini bertepatan dengan Ramadan, pastilah masih akan baik sekali. Pada momen-momen seperti ini, biasanya market diprediksi akan naik 20 persen-an," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance pembiayaan kendaraan Mandiri Utama Finance
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top