Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perusahaan Raksasa Asuransi Asal China ZA Tech Bakal Beli Saham Bank Aladin (BANK)

ZA Tech adalah perusahaan teknologi yang didirikan oleh ZA International dan didukung oleh Vision Fund 1 dari Softbank
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 06 April 2022  |  14:39 WIB
Karyawati menggunakan aplikasi mobile Bank Aladin di Jakarta, Rabu (26/1/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawati menggunakan aplikasi mobile Bank Aladin di Jakarta, Rabu (26/1/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Aladin Syariah Tbk. (BANK) mengumumkan perusahaan raksasa asuransi digital asal Cina ZA Tech Global Limited akan menjadi investor perusahaan. Akan tetapi perseroan belum menyebut ZA akan menyerap berapa persen saham.

"Bank Aladin dan ZA Tech berkolaborasi untuk mengambil kesempatan. Kami akan berkerja bersama untuk memastikan layanan finansial yang terbaik di kelasinya. Kami sangat bangga mengumumkan bahwa Zhong An Tech menjadi satu investor kami," kata Presiden Direktur Bank Aladin Dyota Mahottama Marsudi dalam konferensi pers virtual, Rabu (6/4/2022).

Adapun seperti diberitakan sebelumnya, rapat umum pemegang saham Bank Aladin sepakat meningkatkan modal dasar dari Rp2,5 triliun menjadi Rp5 triliun. Rencananya bank akan menerbitkan 50 miliar saham baru dengan nominal Rp100 per saham. 

Sementara itu, kinerja Bank Aladin sepanjang tahun lalu mengalami kontraksi. Perseroan membukukan rugi bersih Rp121,27 miliar.  Kondisi ini berbanding terbalik dengan capaian periode yang sama tahun 2020 yang berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp44,86 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (31/3/2022), Bank Aladin Syariah meraih pertumbuhan pendapatan dari penyaluran dana naik sebesar 22 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dari semula Rp31,27 miliar di posisi Desember 2020 menjadi Rp38,29 miliar per Desember 2021.

Pertumbuhan juga terjadi pada bagi hasil untuk pemilik dana investasi dengan kenaikan sebesar 23 persen yoy. Nilai itu tumbuh dari Rp31,19 miliar menjadi Rp38,29 miliar.

Kemudian pendapatan setelah distribusi bagi hasil juga tumbuh 22 persen yoy, dari Rp31,11 miliar menjadi Rp37,89 miliar. Meski tercatat mengalami kerugian, namun secara total aset, emiten yang sebelumnya bernama PT Bank Net Indonesia Syariah Tbk. ini mencatat pertumbuhan aset yang positif.

Aset yang dimiliki Bank Aladin Syariah menjadi Rp2,17 triliun pada Desember 2021. Artinya, total aset yang dimiliki perseroan melesat 201 persen yoy, dari semula Rp721,39 miliar.

Selanjutnya, dana investasi nonprofit sharing juga tumbuh sebesar 2.485 persen yoy, dari sebelumnya Rp40,16 miliar menjadi Rp1,03 triliun.

Dari sisi rasio keuangan, net imbalan (NI) perseroan turun menjadi 2,96 persen dari sebelumnya 4,69 persen. Sementara itu, biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) naik menjadi 428,40 persen, dari semula 56,16 persen. Pada periode yang sama, cost to income ratio (CIR) Bank Aladin Syariah juga meningkat, dari 51,64 persen menjadi 411,22 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah perbankan Bank Digital bank aladin syariah
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top