Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terbitkan Sukuk, Leasing CIMB Niaga (BNGA) Raup Berkah Segmen Syariah

CIMB Niaga Finance mencatat segmen syariah kini mendominasi atau sebesar 80 persen dari total nilai pembiayaan baru (booking).
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 12 April 2022  |  19:23 WIB
Direktur CIMB Niaga Finance (dari kiri-kanan) Antonius Herdaru (Chief of Credit & Risk), Danis V Bimawan (Collection & Recovery Director), Ristiawan (President Director), M Imron Rosyadi Nur (Finance & Strategy director), dan Kurniawan Kartawinata (Sales & Acquisition Director) setelah peluncuran logo baru perusahaan di Jakarta, Senin (9/3/2020)  -  Bisnis / Arif Gunawan
Direktur CIMB Niaga Finance (dari kiri-kanan) Antonius Herdaru (Chief of Credit & Risk), Danis V Bimawan (Collection & Recovery Director), Ristiawan (President Director), M Imron Rosyadi Nur (Finance & Strategy director), dan Kurniawan Kartawinata (Sales & Acquisition Director) setelah peluncuran logo baru perusahaan di Jakarta, Senin (9/3/2020) - Bisnis / Arif Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan pembiayaan PT CIMB Niaga Auto Finance (CIMB Niaga Finance/CNAF) melihat moncernya pertumbuhan debitur kredit kendaraan segmen syariah.

Presiden Direktur CIMB Niaga Finance Ristiawan Suherman mengungkap bahwa segmen syariah kini bahkan menghiasi 80 persen dari total nilai pembiayaan baru (booking) CNAF pada kuartal I/2022. Ini melanjutkan tren moncernya kampanye 'Sharia First' CNAF sepanjang tahun lalu, yang akhirnya menyumbang sekitar 60 persen dari total booking.

Sebagai gambaran, multifinance yang 83,28 persen sahamnya digenggam PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) ini mencatatkan pembiayaan baru mencapai Rp5,67 triliun tahun lalu, tumbuh 51,3 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan periode 2020 sebesar Rp3,75 triliun.

Adapun, sepanjang kuartal I/2022 ini, penyaluran pembiayaan baru CNAF telah menembus Rp2,35 triliun, tercatat tumbuh 136 persen (yoy) ketimbang capaian kuartal I/2021 yang ketika itu senilai Rp1 triliun.

"Tahun lalu, kami memang belum ada rencana menerbitkan surat utang karena perkiraannya dari pinjaman bank saja cukup. Tapi ternyata tren pembiayaan syariah terus naik, sehingga CNAF butuh sukuk sebagai sumber pendanaan yang kompetitif dan bisa mendukung pertumbuhan ini," ujarnya dalam diskusi terbatas bersama media, dikutip Selasa (12/4/2022).

Sebagai informasi, sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), CNAF mendapatkan restu menerbitkan sukuk melalui Penawaran Umum dalam jangka waktu paling lama 3 tahun sejak tanggal efektif penerbitan sukuk, dengan jumlah maksimal sebesar Rp1 triliun.

Penerbitan sukuk ini akan menjadi yang pertama buat CNAF, dan menjadi penggalangan dana di pasar modal via surat utang setelah bertahun lamanya, karena CNAF terakhir kali menerbitkan obligasi sekitar 10 tahun lalu.

Pria yang akrab disapa Aris ini menjelaskan apabila prosesnya lancar dan restu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera didapat, penerbitan Sukuk kemungkinan bakal terealisasi pada September 2022 nanti. Adapun, nominal penggalangan dana ini sepenuhnya akan dimaksimalkan khusus untuk penyaluran pembiayaan syariah di tahun ini.

Sebab, CNAF menargetkan realisasi booking pada tutup buku 2022 nanti berada di kisaran Rp8 triliun, atau tumbuh minimal 30 persen (yoy) ketimbang periode sebelumnya Rp5,67 triliun.

Ristiawan sempat menjelaskan bahwa kampanye Sharia First terbukti berdampak positif buat CNAF dari sisi kualitas portofolio, karena nasabah dengan preferensi syariah pada prinsipnya telah siap dengan cicilan yang lebih pasti.

Lewat fokus ke syariah, CNAF juga mengaku mendapatkan berkah positif, karena kompetisinya yang tidak seberat pembiayaan konvensional. Selain itu, standar akuntansi buat syariah mengatur beban pencadangan pembiayaan syariah terbilang lebih ringan buat CNAF.

Pada periode ini, CNAF pun bakal melanjutkan strategi ini. Terlebih, CNAF juga tengah membangun platform layanan pembiayaan syariah murni atau wakalah bertajuk MobilAku, yang menyediakan produk otomotif milik CNAF sendiri.

"Produk syariah baru nanti rencananya kami buat untuk segmen nasabah yang mau benar-benar memastikan dan menjaga prinsip keuangan syariah secara penuh. Karena secara akad, CNAF di produk ini benar-benar punya unit atau mobilnya. Sistemnya, kami yang beli dulu dari dealer, sehingga akad jual-beli kami terhadap debitur syariah itu benar terjamin sesuai kenyataan," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cimb niaga bnga perusahaan pembiayaan kredit kendaraan
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top