Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Mandiri (BMRI) Sulap 250 Cabang Jadi Digital, Bagaimana Nasib Karyawan?

Bank Mandiri (BMRI) saat ini tengah mengembangkan layanan digital di seluruh kantor cabang. Oleh sebab itu, manajemen banyak merekrut talenta-talenta di bidang teknologi informasi belakangan ini.
Hendri T. Asworo
Hendri T. Asworo - Bisnis.com 14 April 2022  |  13:20 WIB
Pegawai beraktivitas di salah satu cabang digital Bank Mandiri di Jakarta, Kamis (23/12/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
Pegawai beraktivitas di salah satu cabang digital Bank Mandiri di Jakarta, Kamis (23/12/2021). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) akan menyulap 250 kantor cabang menjadi digital pada tahun ini seiring dengan rencana bank pelat merah itu untuk menuju bank digital.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar menyampaikan perseroan saat ini tengah mengembangkan layanan digital di seluruh kantor cabang. Oleh sebab itu, manajemen banyak merekrut talenta-talenta di bidang teknologi informasi belakangan ini.

"Dulu dalam mengembangkan IT kami pakai vendor. Namun, karena ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi sekarang jadinya inhouse [dikerjakan sendiri]. Agar bisa mengembangkan fitur digitalisasi," ujarnya dalam acara silaturahmi pimpinan media, Rabu (13/4/2022).

Dia menjelaskan, pengembangan teknologi secara internal itu untuk merombak kantor cabang menjadi digital. Ke depan, sambungnya, ada tiga jenis kantor cabang yang melayani nasabah, yakni secara hybrid (antara online dan offline), digital box (murni digital), dan upgride. Layanan upgride seperti yang dilakukan di kantor pusat Bank Mandiri dengan semua fasilitas menggunakan mesin, sedangkan teller dan lainnya berada di back office.

Untuk menuju bank digital, ungkap Alexandra, pada tahun ini perseroan akan merombak 250 kantor cabang konvensional menjadi digital. Hal tersebut, lanjutnya, tentu akan berdampak terhadap karyawan yang bekerja di kantor cabang tersebut. 

"Layanan semua digital, lalu karyawan gimana? Kami ada strategic workforce program. Ada program khusus karena jumlahnya tidak sedikit. Dalam jumlah besar. Jadi nanti ada upskilling dan reskilling untuk karyawan yang kantor cabangnya terkena dampak digital," terangnya.

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo menambahkan sebagai bank pelat merah perseroan tidak ada program untuk pemutusah hubungan kerja (PHK). Oleh sebab itu, karyawan akan diberdayakan pada bagian lain.

"Jumlah yang terdampak sangat besar karena satu cabang kan banyak pegawainya. Namun kita sebagai BUMN kan tidak ada PHK. Jadi akan didorong pada bagian lain," tuturnya.

Guna mengantisipasi dampak dari digitalisasi, ujarnya, perseroan kemungkinan akan mengalami pertumbuhan zero untuk karyawan. "Bukan berarti tidak akan menambah karyawan. Tetap dilakukan, untuk menambal kebutuhan yang pensiun."

Dikutip dari laporan tahunan Bank Mandiri 2021, total kantor cabang dalam negeri perseroan sebanyak 2.602 kantor cabang. Jumlah itu terdiri dari 137 kantor cabang dan 2.465 kantor cabang pembantu. Adapun, jumlah karyawan Bank Mandiri pada tanggal 31 Desember 2021 sebanyak 37.840 orang.

Dari sisi kinerja, sepanjang 2021, Bank Mandiri membukukan laba bersih sebesar Rp 28,03 triliun. Perolehan tersebut tumbuh 66,8 persen secara tahunan (yoy). Raihan ini membuat aset Bank Mandiri mencapai Rp1.726 triliun secara konsolidasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mandiri bmri kantor cabang Bank Digital
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top