Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ekonomi Membaik, Kredit Konsumsi Bank Mandiri (BMRI) Capai Rp93,7 Triliun per Maret 2022

Bank Mandiri atau BMRI itu tercatat mengalami pertumbuhan kredit konsumer sebesar 8,9 persen pada kuartal I/2022 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. 
Nasabah mengambil uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Mandiri di nJakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Nasabah mengambil uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Mandiri di nJakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Kondisi perekonomian yang terus membaik berdampak pada pertumbuhan kredit konsumsi yang disalurkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau BMRI.

Perusahaan berkode saham BMRI itu tercatat mengalami pertumbuhan kredit konsumer sebesar 8,9 persen pada kuartal I/2022 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. 

Corporate Secretary Bank Mandiri, Rudi As Aturridha mengatakan hingga akhir Maret 2022 total penyaluran kredit konsumer Bank Mandiri telah mencapai Rp93,7 triliun. Realisasi tersebut mengalami pertumbuhan single digit atau sebesar 8,9 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Bank Mandiri menilai pertumbuhan kredit konsumer menandakan bahwa tren momentum pertumbuhan ekonomi terus membaik, sejalan dengan tingkat daya beli serta kepercayaan masyarakat yang ikut naik. 

“Kami berharap kondisi ini dapat berlanjut dan terus membaik,” kata Rudi kepada Bisnis, Selasa (31/5). 

Merujuk pada presentasi korporasi Bank Mandiri kuartal I/2022, diketahui dari total kredit konsumsi yang telah disalurkan, mayoritas berasal dari kredit pemilikan rumah (KPR) yaitu sebesar Rp46,7 triliun atau 49,8 persen dari total kredit konsumsi. 

Pada periode yang sama kredit kendaraan bermotor (KKB) tercatat sebesar Rp32,4 triliun atau 34,5 persen dari total kredit konsumer. Dibandingkan dengan Maret 2021, KKB Mandiri naik 10,3 persen pada kuartal I/2022. 

Adapun kredit yang disalurkan melalui kartu kredit tercatat sebesar Rp12,4 triliun atau 13,2 persen dari total kredit konsumer. Kredit yang disalurkan melalui kartu kredit tumbuh paling tinggi yaitu 10,5 persen yoy. 

Sementara itu, merujuk data Analisis Perkembangan Uang Beredar oleh Bank Indonesia tren pertumbuhan kredit konsumsi berlanjut pada April 2022 dengan pertumbuhan kredit sebesar 6,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pada Maret 2022 pertumbuhan kredit konsumsi sebesar 6 persen, Februari sebesar 5,2 persen, dan Januari sebesar 5 persen. 

Jika dibandingkan dengan 3 tahun lalu, pertumbuhan kredit konsumsi secara tahunan pada April 2022 lebih tinggi dibandingkan dengan April 2021 (0,4 persen yoy) dan April 2020 (4,1 persen yoy). Akan tetapi jika dibandingkan dengan pertumbuhan kredit konsumsi pada April 2019 (9 persen yoy)  angka pertumbuhan kredit masih lebih rendah. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper