Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Garuda (GIAA) Lolos PKPU, Kredit dari Bank Mandiri (BMRI) hingga Panin (PNBN) Berpotensi Jadi Lancar

Berdasarkan data yang dirilis Tim Pengurus PKPU Garuda, GIAA memiliki total utang Rp142,42 triliun, termasuk kepada Bank Mandiri, BNI, BRI, dan Bank Panin.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 20 Juni 2022  |  14:07 WIB
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. atau GIAA telah mendapatkan pengesahan homologasi dengan sejumlah kreditur.  - Garuda Indonesia
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. atau GIAA telah mendapatkan pengesahan homologasi dengan sejumlah kreditur. - Garuda Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA — Pengesahan homologasi antara PT Garuda Indonesia Tbk. (GIIA) dengan sejumlah kreditur membuka peluang bagi Bank Mandiri atau BMRI, BNI atau BBNI, BRI atau BBRI, dan Bank Panin atau PNBN untuk mendapatkan pembayaran kredit yang sempat macet. Meski demikian, kredit gagal bayar tersebut  diprediksi tidak akan selesai dalam waktu singkat. 

Sebagai informasi, homologasi adalah istilah untuk tercapainya kesepakatan perdamaian antara kreditur dan debitur dalam proses peradilan PKPU. Hampir 100 persen kreditur setuju skema penundaan pembayaran utang yang diajukan direksi Garuda. 

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah berpendapat dengan asumsi arus kas Garuda sudah sangat buruk terutama dampak pandemi, kredit Garuda saat ini seharusnya dalam kategori macet. Garuda tidak mampu membayar cicilan dan pokok kepada kreditur termasuk kreditur bank. 

Pencapaian homologasi, lanjutnya, memungkinkan Garuda memperbaiki pembayaran kewajiban-kewajibannya termasuk kepada kreditur bank. 

“Yang sekarang masuk kategori nonperforming loan (NPL) nanti akan bisa kembali lancar, walaupun perubahan status menjadi lancar ini tentu akan memakan waktu yang panjang,” kata Piter, Senin (20/6/2022).

Piter menjelaskan cepat atau lambat Garuda dalam membayar kreditnya akan bergantung pada kondisi keuangan Garuda. Dia meyakini perubahan status kredit Garuda dari NPL menjadi kredit lancar tidak dapat terjadi dalam hitungan bulan. 

Butuh waktu yang panjang dengan asumsi kondisi keuangan Garuda sangat berat. 

“Kecuali jika ada upaya suntikan modal yang besar ke Garuda,” kata Piter. 

Homologasi, sambung Piter, tidak serta merta mengubah status NPL di kreditur perbankan. Tetapi ada peluang NPL perbankan akan membaik ketika Garuda memanfaatkan kesepakatan dengan kreditur terkait restrukturisasi utang ini dan mulai aktif membayar kewajiban secara disiplin. 

“Ketika itu terjadi status kredit berubah dari macet menjadi lancar, NPL perbankan membaik,” kata Piter. 

Sebelumnya, berdasarkan data yang dirilis Tim Pengurus PKPU Garuda, GIAA memiliki total utang Rp142,42 triliun. Jumlah kreditur yang memberikan utang jumbo itu mencapai 501 entitas.  Perinciannya, dari daftar piutang tetap ada 123 lessor sebesar Rp 104,37 triliun. Kreditur non-preferen sebanyak 23 entitas senilai Rp3,95 triliun dan 300 kreditur non-lessor sebesar Rp34,09 triliun.

Tidak hanya itu, tiga bank pelat merah yakni Bank Mandiri (BMRI), Bank Negara Indonesia (BBNI) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) tercatat sebagai kreditur konkruen dari kelompok bank pengucur utang terbesar ke Garuda Indonesia (GIAA). Sedangkan dari bank swasta, ada nama Bank Panin (PNBN) dengan utang yang diberikan tanpa jaminan sebesar Rp1,7 triliun

Bank Mandiri mengucurkan kredit sebesar Rp4,37 triliun, BRI sebesar Rp4,61 triliun dan BNI sebesar Rp2,38 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank panin bni bri bank mandiri Garuda Indonesia
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top