Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Setelah LINE Today Kini LINE OpeChat Tutup, Ini Bisnis Perusahaan Selanjutnya?

LINE Indonesia menyebutkan penutupan LINE OpeChat sebagai langkah penyesuaian dari perusahaan. Selanjutnya bisnis perusahaan berfokus kepada pinjaman online (pinjol) hingga NFT. LINE adalah perusahaan yang dikembangkan dan dioperasikan oleh perusahaan mesin pencari yang berasal dari Korea Selatan yaitu Naver Corporation.
Ilustrasi P2P lending atau pinjaman online (pinjol)/Samsung.com
Ilustrasi P2P lending atau pinjaman online (pinjol)/Samsung.com

Bisnis.com, JAKARTA -  LINE Indonesia kembali merampingkan bisnisnya dengan menutup LINE OpeChat. Langkah yang sama dilakukan sebelumnya  dengan menutup LINE Today. Perusahaan menyebutkan hendak memfokuskan bisnis ke pinjaman online (pinjol) alias financial technology (fintech).

Berdasarkan pengumuman di laman resmi LINE, LINE mengatakan sebagai perusahaan teknologi pihaknya akan terus berinovasi di era baru teknologi seperti teknologi finansial hingga NFT. 

Sehubung dengan hal tersebut, LINE Indonesia telah memutuskan untuk melakukan langkah strategis untuk fokus pada bisnis teknologi finansial di Indonesia, 

"Dengan adanya strategi bisnis baru ini, Line akan menutup layanan LINE OpenChat mulai tanggal 20 Juli 2022, " ujar Line dikutip pada Jumat (24/6/2022)

Belum lama ini, Pihak LINE Indonesia juga menegaskan fokus bisnisnya. County Manager LINE Indonesia Fanny Verona mengatakan saat ini LINE tengah melakukan langkah strategis untuk kembali fokus pada bisnis teknologi keuangan (fintech) di Indonesia.

Fanny juga mengatakan pihaknya masih berkomitmen untuk pasar Indonesia dan tetap akan menyediakan layanan messenger LINE kepada pengguna sama seperti sebelumnya.

"Kami pun akan tetap menyediakan layanan yang esensial bagi pengguna setia kami serta akan tetap melakukan aktivitas seperti M&A dan investasi," ujar Fanny kepada Bisnis pada Kamis (2/6/2022). 

LINE juga sempat memberikan tanggapan  terkait terkait berita yang beredar yang menyebutkan perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 80 karyawannya. LINE mengakui adanya PHK namun tidak sebanyak yang diberitakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Khadijah Shahnaz
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper