Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Mayapada (MAYA) Belum Berencana Terbitkan Green Bond, Ini Alasannya

Bank Mayapada, bank milik Dato Sri Tahir, belum ada rencana untuk menerbitkan obligasi hijau atau green bond di tahun ini.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 30 Juni 2022  |  07:07 WIB
Bank Mayapada (MAYA) Belum Berencana Terbitkan Green Bond, Ini Alasannya
Bank Mayapada - Ilustrasi/Bisnis.com/David Eka Issetiabudi

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Mayapada Internasional Tbk. (MAYA) menyampaikan perseroan belum ada rencana untuk menerbitkan obligasi hijau atau green bond di tahun ini.

Direktur Utama Bank Mayapada Hariyono Tjahjarijadi mengatakan perseroan tengah mencari cara untuk bisa memperkuat struktur permodalan Bank Mayapada.

Untuk rencana penerbitan obligasi pembiayaan hijau, sementara ini kita belum ada rencana ke sana. Namun, kita sedang mencarikan kemungkinan-kemungkinan lainnya yang bisa memperkuat struktur permodalan, kata Hariyono dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (29/6/2022).

Salah satu cara yang dilakukan emiten bank bersandi saham MAYA untuk memperkuat struktur permodalan, yakni dengan menyisihkan Rp43,12 miliar akan dicatatkan sebagai laba yang ditahan.

Untuk diketahui, Bank Mayapada menutup tahun 2021 dengan membukukan laba bersih senilai Rp44,12 miliar.

Adapun Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) MAYA yang digelar hari ini, Rabu (29/6/2022), selain menyisihkan penggunaan laba sebagai laba yang ditahan, perseroan juga mencadangkan sebesar 2,27 persen dari laba bersih tahun 2021, yakni sebesar Rp1 miliar.

Tahun ini, bank milik salah satu orang terkaya Indonesia, Dato Sri Tahir, itu juga tidak memiliki obligasi jatuh tempo.

Jadi tidak ada kebutuhan dana untuk yang perlu kami siapkan untuk memenuhi kebutuhan obligasi, sambungnya.

Di sisi lain, Hariyono mengungkapkan Bank Mayapada serius dalam menjaga likuiditas perseroan. Pasalnya, aturan giro wajib minimum (GWM) akan kembali dikerek menjadi 7,5 persen pada Juli 2022 dan menjadi 9 persen mulai September 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

green bond
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top