Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Home Credit Disuntik Deutsche Bank Rp156 miliar, Dongkrak Pembiayaan Berbasis ESG

Home Credit akan menyalurkan pendanaan ini ke pengguna yang baru pertama kali terjangkau lembaga keuangan formal, serta para pengguna wanita.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 22 Juli 2022  |  11:50 WIB
Home Credit Disuntik Deutsche Bank Rp156 miliar, Dongkrak Pembiayaan Berbasis ESG
Home Credit Indonesia. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan pembiayaan berbasis teknologi PT Home Credit Indonesia mendapat suntikan dana US$10,4 juta alias senilai Rp156 miliar dari Deutsche Bank untuk penyaluran pembiayaan berkelanjutan berbasis Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola Perusahaan (ESG).

Direktur Home Credit Indonesia Volker Giebitz menjelaskan kerja sama ini sejalan dengan visi Home Credit untuk terus berkolaborasi dengan segenap pemangku kepentingan dalam mengembangkan pembiayaan yang berkelanjutan di Indonesia.

"Kami memahami pentingnya menjalankan suatu perusahaan dengan cara yang bertanggungjawab dan berkelanjutan. Prinsip ESG telah melekat dalam bisnis kami, di mana kami telah melayani lebih dari 5,5 juta konsumen di seluruh Indonesia. Kami juga menerapkan prinsip-prinsip ESG ke dalam strategi pendanaan inovatif kami," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (22/7/2022).

Oleh sebab itu, Home Credit berharap kerja sama pendanaan dengan Deutsche Bank ini mampu memperkuat komitmen pihaknya terhadap ESG dan pendanaan yang inovatif di saat yang bersamaan.

Pencapaian target dalam kerja sama pendanaan ini akan diverifikasi dan dikaji secara independen oleh pihak ketiga yang disetujui oleh kedua belah pihak. Pinjaman yang disalurkan oleh Deutsche Bank kepada Home Credit ini juga telah sesuai dengan Prinsip-prinsip Pinjaman yang Berkelanjutan dari Asia Pacific Loan Market Association.

Salah satunya, berfokus terhadap peningkatan inklusi keuangan, terutama mendorong jumlah konsumen yang baru pertama kali menggunakan layanan pembiayaan formal (first time borrowers) serta jumlah konsumen perempuan, di mana hal ini sejalan dengan agenda pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan hingga 90 persen pada 2024 dari 83,6 persen pada 2021.

Di samping itu, target dalam kerjasama pinjaman ini juga berhubungan dengan pemanfaatan teknologi digital oleh Home Credit dalam proses penyaluran pembiayaan. Hal tersebut selaras dengan proses pengajuan pembiayaan yang kini dapat dilakukan konsumen dengan mudah dan cepat melalui aplikasi My Home Credit yang telah diunduh oleh lebih dari 11 juta pengguna terdaftar.

"Privasi konsumen juga menjadi fokus dalam kerja sama ini, di mana data konsumen dipastikan akan terlindungi dan tidak akan digunakan untuk tujuan sekunder," tambah Volker.

Home Credit sendiri telah mendapatkan sertifikasi ISO 27001 terkait dengan Sistem Manajemen Keamanan Informasi yang menunjukkan komitmen Home Credit untuk selalu melindungi data pribadi konsumen dengan keamanan infrastruktur jaringan beserta aplikasi My Home Credit yang semakin diperkuat dengan sistem berstandar internasional.

Volker juga menyampaikan bahwa pendanaan ini akan senantiasa membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia khususnya mereka yang belum terjangkau layanan pembiayaan formal, untuk dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan hidup mereka melalui layanan dari Home Credit.

Tak hanya melalui layanan keuangan yang terjangkau, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, Home Credit juga berkomitmen untuk terus dorong tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

home credit indonesia deutsche bank ESG multifinance
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top