Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BI Proyeksi Kredit Perbankan Tumbuh hingga 11 Persen, Bankir: Tidak Mustahil

Hingga Juni 2022, Bank Indonesia mencatat penyaluran kredit perbankan mencapai Rp6.156,2 triliun atau tumbuh 10,3 persen secara tahunan.
Layanan mobil keliling penukaran uang baru untuk Ramadan dan Lebaran oleh Bank Indonesia Perwakilan Sumatra Barat pada 21 Mei 2019 lalu. Bisnis/Noli Hendra
Layanan mobil keliling penukaran uang baru untuk Ramadan dan Lebaran oleh Bank Indonesia Perwakilan Sumatra Barat pada 21 Mei 2019 lalu. Bisnis/Noli Hendra

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah bankir meyakini bahwa proyeksi pertumbuhan kredit nasional sebesar 9 – 11 persen yang dibidik Bank Indonesia (BI) dapat tercapai. Hal ini seiring meningkatnya kebutuhan kredit untuk modal kerja hingga investasi.

Direktur Utama PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA) Daniel Budirahayu menilai proyeksi tersebut dinilai dapat diraih industri perbankan mengingat capaian kredit sampai dengan saat ini menunjukkan geliat menjanjikan.

“Pertumbuhan kredit pada 2022 di kisaran 9 – 11 persen bukan sesuatu yang mustahil karena pertumbuhan kredit nasional di bulan april sudah tumbuh 9,1 persen secara tahunan,” ujar Daniel ketika dihubungi Bisnis, Senin (25/7/2022).

Menurutnya, faktor yang mendorong tingginya permintaan kredit ditopang oleh meningkatnya kebutuhan modal kerja seiring dengan meningkatnya bahan baku. Dengan demikian, kebutuhan modal kerja juga meningkat di samping kebutuhan kredit investasi guna ekspansi.

“Oleh karena itu, Bank Indonesia menahan kenaikan suku bunga agar momentum ini tidak terganggu,” ujar Daniel.

Sampai dengan Juni 2022, bank sentral mencatat penyaluran kredit perbankan mencapai Rp6.156,2 triliun atau tumbuh 10,3 persen secara tahunan. Kenaikan tersebut terjadi di seluruh jenis penggunaan.

Berdasarkan laporan analisis uang beredar yang dirilis Bank Indonesia (BI), pertumbuhan kredit terjadi baik pada golongan debitur korporasi maupun perorangan. Kredit korporasi tumbuh menjadi 12,5 persen year-on-year (yoy), sementara kredit perorangan tumbuh 9,4 persen yoy.

Berdasarkan jenis penggunaannya, akselerasi penyaluran kredit per Juni 2022 terjadi di kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit konsumsi. Perinciannya, kredit modal kerja tumbuh 12,6 persen yoy, kredit investasi meningkat 10,2 persen yoy, dan konsumsi 6,9 persen yoy.

Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto menilai bahwa proyeksi bank sentral selaras dengan pandangan perseroan yang sejak awal tahun optimistis penyaluran kredit pada tahun ini dapat tumbuh di kisaran 9 persen hingga 11 persen yoy.

“Faktor pendorong utama tak lain adalah dari keberhasilan pemerintah dalam mengendalikan pandemi sehingga membuat aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat terus berjalan,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (24/7/2022).

Dia menambahkan bahwa riset dari BRI Research Institute juga menunjukkan ada korelasi positif yang kuat antara Indeks bisnis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), dengan Indeks Mobilitas Masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja usaha pelaku UMKM cenderung naik sejalan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat di luar rumah.

“Dengan semakin sehatnya pelaku UMKM maka hal ini akan mendorong pertumbuhan kredit BRI serta pertumbuhan kredit perbankan secara nasional,” kata Aestika. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper